Kerja Sama dengan Korsel Masih Tahap Penjajakan

Pemkab Garut Kesulitan Tangani Sampah

79
NUMPUK. Sampah di TPS di Jalan Cimanuk Kecamatan Tarogong Kidul menumpuk Selasa (23/4). (Yana Taryana / radartasikmalaya.com)

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mengaku masih kesulitan menangani sampah di wilayah perkotaan Garut.

Hal itu karena kondisi Tempat Pembuangam Akhir (TPA) Sampah Pasir Bajing di Desa Sukaraja Kecamatan Banyuresmi sudah tidak lagi mampu menampung volume sampah.

“Memang sampah ini masih jadi permasalahan, karena TPA Pasir Bajing sudah tidak lagi bisa menampung. Sekarang kondisinya sudah meluber ke jalan,” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan kepada wartawan Selasa (23/4).

Dengan kondisi itu, dirinya mengakui masih banyak sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) di wilayah perkotaan belum terangkut.

“Memang ada beberapa TPS yang tidak tiap hari diangkut, sehingga ada yang menumpuk,” terangnya.

Bupati mengaku sudah memaksimalkan petugas supaya sampah bisa terangkut semuanya, meski saat ini belum tertampung di TPA Pasir Bajing.

“Upaya terus dilakukan supaya sampah tidak menumpuk di perkotaan. Armada sampah juga kami sudah ditambah. Kalau belum maksimal, kondisi TPA-nya sudah penuh,” terangnya.

Berbagai solusi yang dilakukan saat ini pun belum membuahkan hasil maksimal. Tetapi pihaknya terus akan melakukannya.

“Seperti kerja sama dengan Korea Selatan sekarang masih dalam penjajakan. Mudah-mudahan secepatnya terealisasi,” katanya.

Selain penjajakan kerja sama dengan Korea Selatan dalam pengolahan sampah, pihaknya juga sudah melakukan pemadatan di lokasi TPA Pasir Bajing. Hal itu dilakukan supaya sampah tidak meluber ke jalan.

“Kita juga menambah luas TPA Pasir Bajing sekitar 5 hektare supaya bisa menampung lebih banyak lagi,” katanya.

Rudy menerangkan saat ini Pemkab Garut juga terus membeli lahan untuk pembuatan TPA di wilayah selatan Garut. “Mudah-mudahan TPA di selatan ini bisa menjadi solusi untuk menampung sampah,” terngnya.

Terkait keberadaan TPA Legoknangka di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung yang dulu ditargetkan bisa menjadi solusi, menurut dia, masih belum beroperasi.

“Kemungkinan besar TPA Legoknangka baru bisa dioperasikan sekitar tahun 2022. Jadi tidak bisa jadi solusi dalam waktu cepat,” terangnya. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.