Pemkab Garut Menyiapkan Rp 2,5 Miliar untuk Tanggulangi Kekeringan

18
H Rudy Gunawan

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menyiapkan biaya tidak terduga (BTT) sebesar Rp 2,5 miliar untuk menanggulangi kekeringan. Selain anggaran, pemerintah juga menyiagakan delapan tangki air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bupati Garut H Rudy Gunawan menerangkan, petugas untuk melayani masyarakat yang membutuhkan air bersih akan bersiaga selama 24 jam.

“Jadi kalau butuh air lapor saja, mau jam berapa juga. Petugas pasti siaga dan siap melayani,” ujarnya kepada wartawan di Pendopo Garut, Sabtu (20/7).

Selain menyiagakan petugas, kata dia, pemerintah juga menyiapkan delapan mobil tangki besar untuk memasok air bersih ke wilayah yang membutuhkan.

“Kami terus siaga, supaya ketersediaan air bersih di masyarakat selalu terjaga di musim kemarau ini,” katanya.

Dia me­nerangkan, untuk me­nanggulangi krisis air itu, selain mem­bentuk tim reaksi cepat, pi­haknya ju­ga telah meng­instruksi­kan kepada desa dan kecamatan untuk melapor apabila adanya masyarakat yang sulit mendapatkan air bersih.

“Kalau ada yang butuh air bersih dan mendesak, lapor ke desa dan kecamatan. Petugas dari tim reaksi cepat akan langsung bergerak,” tutur dia.

Rudy menerangkan, wilayah yang memiliki potensi kekeringan saat musim kemarau ada 10 kecamatan. Yakni Cibatu, Leuwigoong, Cibiuk, Malangbong, Selaawi, Cilawu, Sukaresmi, Pamulihan, Pakenjeng, dan Bungbulang. “Sekarang kita awasi terus 10 wilayah yang rawan kekeringan ini,” kata dia.

Selain kesulitan air bersih, kata dia, dampak kemarau yang sudah terjadi dua bulan ini membuat area lahan pertanian mengering dan tidak bisa ditanami. Selain itu, ada juga area pesawahan yang gagal panen.

“Ini kita antisipasi juga (lahan kering). Kalau yang gagal panen, kita akan berikan bantuan bibit lagi,” ujar dia. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.