Pemkab Garut Minta Perketat Keluar Masuk Pondok Pesantren

32
0
HADIRI. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman usai Sosialisasi Pengendalian Covid-19 di Pondok Pesantren. Kegiatan yang digelar di Hotel Sabda Alam Jumat (13/11) itu untuk mengingatkan pondok pesantren agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Diskominfo Garut

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten Garut terus melakukan sosialisasi agar pondok pesantren memperhatikan protokol kesehatan, sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. Hal itu dilakukan setelah sejumlah pesantren di Kabupaten Garut menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman mengatakan setiap pondok pesantren harus mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan dalam mencegah penularan virus corona. Menurut dia, sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW, setiap muslim harus berupaya menghindar ketika terjadi suatu wabah penyakit.

“Karena sesuai dengan tuntunan nabi, ketika kita bertemu dengan wabah itu harus menghindar. Menghindar, jika ditafsirkan dalam kondisi wabah Covid-19 saat ini, yaitu dengan protokol kesehatan,” ujar Helmi dalam keterangan resminya, Jumat (12/11).

Ia menjelaskan penerapan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun), adalah cara menghindari wabah Covid-19. Karenanya, setiap penghuni pesantren diharapkan selalu menjaga protokol kesehatan.

Baca juga : Disdik Garut Masih Nyari Solusi Dana untuk Bayar Honor Guru Bantu

Selain itu, kata Helmi, salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh pesantren dalam penerapan protokol kesehatan adalah dengan memperketat akses keluar-masuk pesantren.

Dengan begitu, potensi masuknya Covid-19 dari lingkungan luar pesantren dapat diminimalisir.

“Khusus bagi pondok pesantren, menghindar dari wabah ini juga bisa dengan menutup pesantrennya. Jika ada orang luar, termasuk orang tua santri yang ingin menengok, ya jangan diberi izin. Kecuali sudah diperiksa terlebih dahulu, sudah jelas negatif atau tidak terpapar virus maka bisa diperbolehkan untuk masuk ke wilayah pondok pesantren, dengan tetap menerapkan 3M tadi,” kata dia.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Tri Cahyo Nugroho mengatakan sosialisasi pengendalian Covid-19 di pondok pesantren dilakukan dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN). Dalam momentum itu, kesehatan para santri di pesantren juga harus diperhatikan.

“Ini sebagai bentuk perhatian kami dari pemerintah terhadap kesehatan masyarakat. Agar seluruh masyarakat di Kabupaten Garut, termasuk warga yang ada di pondok pesantren tetap sehat,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut hingga Kamis (12/11), total konfirmasi Positif Covid-19 mencapai 1.162 kasus. Dari jumlah tersebut, 513 kasus mendapatkan perawatan dan isolasi di rumah sakit, 628 kasus sembuh dan 21 kasus meninggal dunia. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.