Pemkab Garut Siapkan 10 M Lunasi Utang Warga ke Rentenir

206
0
dr Helmi Budiman Wakil Bupati Garut

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut berencana membayar utang-utang masyarakat di rentenir atau biasa dikenal “bank emok”. Pembayaran utang sebagai bagian dari program penanggulangan dampak Covid-19 yang dilakukan Pemkab Garut.

“Di tengah pandemi corona ini, banyak warga yang kesulitan membayar pinjaman ke bank emok (rentenir). Sekarang kita akan bantu melunasinya,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan Rabu (8/4).

Baca juga : Dua Pasien Positif Corona di Garut Membaik

Menurut Helmi, bantuan pelunasan utang ke rentenir dilakukan untuk mengurangi beban masyarakat. Karena jika pinjaman tersebut dibiarkan tidak dibayar, maka bunganya akan semakin tinggi dan akan membebani masyarakat.

“Bunganya biasanya mencekik. Bisa lebih dari empat persen. Kami harap jangan pinjam lagi karena bank emok itu ilegal. Jadi setelah dilunasi, jangan sampai pinjam kembali,” ucapnya.

Bagi yang terlanjur meminjam, pihaknya sudah menyiapkan anggaran. Bupati telah membuat surat edaran dan menyiapkan dana sebesar Rp 10 miliar. “Peruntukannya bagi masyarakat bawah yang terjerat rentenir,” katanya.

Loading...

Helmi mengatakan masyarakat yang mendapatkan bantuan pelunasan, yakni pinjamannya kurang dari Rp 1 juta. Seperti Rp 400 ribu, Rp 500 ribu, Rp 600 ribuan. “Intinya yang nyicil per hari Rp 20 ribu, Rp 30 ribu, itu akan dilunasi oleh pemda,” ujarnya.

Teknisnya, Helmi menerangkan masyarakat bisa melaporkan ke RT/RW. Nantinya RT atau RW akan melaporkan data warga yang berutang ke desa dan dilanjutkan ke kecamatan. “Setelah ada laporan dari RT atau RW, nanti pihak kecamatan akan memeriksa,” jelasnya.

Setelah diperiksa, kata dia, nantinya pihak rentenir bisa menghubungi kantor kecamatan setempat untuk mengambil pembayarannya. Dari hasil pemeriksaan kecamatan, nantinya diketahui besaran pinjaman hingga kemudian dibayar dengan melampirkan surat pernyataan diatas materai. “Surat pernyataan ini jadi bukti utang sudah dilunasi, jadi tidak menagih lagi ke warga,” terangnya.

Baca juga : Banyak Mobil Plat Hitam jadi Angkum, Sopir Angkot Garut Protes ke Dishub

Meski telah merencanakan program tersebut, Helmi mengakui belum mengetahui pasti berapa jumlah warga yang memiliki utang ke rentenir. Makanya, bantuan juga untuk mendata warga yang punya utang ke rentenir.

Helmi menegaskan bantuan pembayaran utang akan diberikan kepada warga jika warga berjanji tidak akan berutang lagi ke rentenir. Jika pun ingin meminjam uang, maka Helmi menyarankan meminjam dari lembaga keuangan dibawah naungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kalau yang pinjaman online, mungkin ada beberapa yang dibawah OJK, kalau besarannya masih dibawah Rp 1 juta, bisa saja dibantu,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.