Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3%

19.7%

7.3%

70%

Pemkab Garut Siapkan Perbup Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

49
0
IMBAUAN. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman mengunjungi masyarakat di Kecamatan Selaawi Jumat (21/8). Wakil bupati memberikan imbauan terkait penerapan protokol kesehatan. Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut tengah merumuskan Peraturan Bupati (Perbup) Pedoman Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19.

Jika sudah disahkan, maka sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan bisa diterapkan.

Baca juga : Belajar Tatap Muka di Garut Tidak Diizinkan

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman menuturkan perbup itu masih dalam tahap revisi dan telah dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Nantinya, akan ada sanksi dan denda bagi yang tak mematuhi protokol kesehatan.

“Bagi yang tak pakai masker misalnya, bisa dikenakan denda Rp 100 ribu. Ada sanksi-sanksi lain yang akan diterapkan,” ujar Helmi Jumat (21/8).

Tak hanya soal pelanggaran individu, perbup itu juga mengatur sanksi dan denda bagi tempat usaha, satuan pendidikan, perkantoran hingga tempat ibadah.

“Kalau tempat ibadah hanya sanksi lisan dan tertulis saja. Kalau tempat usaha, bisa sampai pencabutan izin,” katanya.

Helmi berharap penegakan disiplin protokol kesehatan bisa lebih tegas dilakukan. Masyarakat pun bisa sadar untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi bukan untuk mencari-cari kesalahan. Kami hanya ingin masyarakat lebih sadar dan peduli soal pandemi ini. Biar tidak semakin banyak yang tertular,” ujarnya.

Helmi menerangkan, sebelum perbup ini disahkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat baik itu di wilayah perkotaan maupun pelosok Garut.

Baca juga : Sehari, 7 Warga Garut Ditemukan Positif Corona

“Kita terus datangi warga untuk memberikan imbauan supaya menerapkan protokol kesehatan ketika beraktivitas, seperti menggunakan masker,” terangnya.

Dengan disosialiasaikannya terlebih dahulu, tambah dia, masyarakat tidak kaget ketika melanggar ditindak dan didenda. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.