Pemkab Garut Siapkan Rapid Test Antigen di 5 Objek Wisata

59
0

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten Garut terus berupaya meminimalisir penyebaran Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru. Salah satu upayanya, yakni melakukan tes cepat atau rapid test antigen terhadap wisatawan yang dilaksanakan secara acak.

“Nanti kita lakukan rapid test secara acak di tempat wisata saat libur Tahun Baru,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan, Rabu (30/12). Rencananya, hanya lima objek wisata yang akan disiapkan rapid test antigen.

Helmi menerangkan, objek wisata yang akan disiapkan tim medis untuk tes cepat antigen, yakni objek wisata Cipanas Garut, Pasirwangi, kawasan wisata di Gunung Papandayan, Pantai Sayang Heulang dan Santolo.

Objek wisata itu, kata Helmi, selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah saat musim libur, termasuk libur akhir tahun.

Baca juga : Belajar Tatap Muka di Garut Setelah Warga Jalani Vaksin

Terkait akan adanya bantuan penyediaan alat tes cepat antigen dari BNPB, kata Helmi, sudah dikirimkan ke provinsi, namun saat ditanyakan ternyata bantuan itu sudah habis.

“Tadinya sudah komunikasi dengan BNPB, BNPB sudah drop ke provinsi, ternyata sampai hari ini belum ada, ketika ditanyakan ternyata habis,” katanya. Meski bantuan belum datang, pihaknya tetap akan membeli alat tersebut sebanyak seribu alat tes cepat antigen ditambah alokasi sebelumnya yang masih tersisa bisa digunakan untuk tes cepat saat libur pergantian tahun.

Selain menyiapkan alat tes cepat antigen, pihaknya juga siap melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan di tempat wisata, hotel maupun tempat lainnya. Selain itu, lanjut dia, tempat yang seringkali jadi titik kumpul masyarakat saat malam pergantian tahun, seperti Alun-Alun Garut dan lapangan Kerkof akan ditutup dan dijaga petugas gabungan.

“Kita terus melakukan upaya-upaya yang masif, selain pencegahan, juga menyiapkan perawatan sebaik mungkin,” terangnya.

Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono mengatakan telah menyiapkan tim gabungan untuk penegakan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tempat wisata maupun pusat kota yang disinyalir menjadi tempat keramaian masyarakat.

“Untuk kawasan wisata, hotel, penginapan sudah dilakukan koordinasi dengan pihak pengelola dan sudah mulai dilakukan pengecekan terhadap jumlah tamu atau pengunjung dengan berpedoman protokol kesehatan,” katanya.

Ia menuturkan kepolisian bersama tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Garut siap menegakkan protokol kesehatan, salah satunya dengan rutin menggelar operasi yustisi di sejumlah tempat. Penegakan disiplin protokol kesehatan itu, kata dia, tidak hanya dilaksanakan Polres Garut atau tingkat kabupaten, melainkan merata dilaksanakan oleh tim jajaran polsek atau tingkat kecamatan.

Upaya lain dalam mencegah penyebaran Covud-19 yakni dengan melakukan tes cepat antigen terhadap masyarakat atau pengunjung wisata secara acak.

Selanjutnya, kata dia, upaya penegakan protokol kesehatan lainnya dengan membubarkan setiap ada kerumunan orang di perkotaan Garut, terutama saat malam pergantian tahun.

“Tindakan tegasnya adalah pembubaran kerumunan dan penghentian acara,” katanya.

Ia tidak main-main dalam penegakan disiplin protokol kesehatan untuk menyelamatkan masyarakat agar terhindar dari wabah Covid-19. Tindakan tegas yang siap dilakukan, selain mengacu pada peraturan bupati, ada juga Undang-Undang tentang Wabah Penyakit Menular dan Undang-Undang tentang Kekarantinaan Kesehatan yang ancaman hukumannya kurungan penjara 1 tahun dan denda Rp 100 juta.

“Untuk pengelola tempat acara akan kita lakukan penegakan hukum prokes, jika ada indikasi pelanggaran prokes,” paparya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.