Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4%

19.6%

8.1%

68.3%

Pemkab Garut Siapkan Sarana AKB di Sekolah

257
0
Diskominfo Garut untuk Rakyat Garut PANTAU. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman saat memantau pengeboran air untuk persiapan AKB di SDN Sukasono 3, Desa Sukasono, Kecamatan Sukawening, Jumat (17/7). Hal ini sebagai persiapan sekolah tatap muka.

SUKAWENING – Pemerintah Kabupaten Garut mulai menyiapkan sarana dan prasarana untuk penerapan protokol kesehatan di setiap sekolah di Garut.

Persiapan ini dilakukan menjelang penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan diberlakukannya belajar tatap muka di sekolah.

Baca juga : Seleksi Sekda, Bupati Garut Undang ASN dari Luar Daerah

“Sekolah tatap muka ini kemungkinan bulan Januari atau Desember. Jadi kita persiapkan dari sekarang, agar sarana prasarana new normal dalam rangka belajar dengan protokol kesehatan benar-benar siap,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman saat meninjau pembuatan sumur bor di SDN Sukasono 3, Desa Sukasono, Kecamatan Sukawening, Jumat (17/7).

Helmi menerangkan, persiapan pembuatan sarana dan prasarana untuk penerapan protokol kesehatan ini perlu dilakukan, sehingga ketika Menteri Pendidikan atau Gubernur Jawa Barat menetapkan kapan sekolah tatap muka dimulai, sekolah sudah siap.

“Seperti sekarang ini ada pembuatan sumur bor untuk keperluan air bersih guna persiapan ABK,” ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya persiapan ini, nantinya SDN Sukasono 3 ini akan dijadikan percontohan oleh sekolah lain dalam penerapan protokol kesehatan di sekolah.

Helmi mengingatkan agar anak didik dibiasakan mencuci tangan pakai sabun dan tentu harus pakai air yang mengalir. Sedangkan hingga saat ini, di Garut sendiri masih ada sekolah yang tidak memiliki air yang cukup.

Hasil pantauan di lapangan, tutur Helmi, masih banyak sekolah yang masih harus meminta air dari tetangga. Untuk saat ini akan diupayakan agar tiap sekolah bisa mempunyai sumber air yang tetap.

Helmi angat mengapresiasi upaya pihak SDN Sukasono 3 yang saat ini tengah menyediakan sumber air dengan cara melakukan pengeboran. Dengan adanya sumur air, tentu ke depannya bisa menjamin ketersediaan air di sekolah tersebut.

Sehingga, kalau suatu saat mulai diberlakukan pembelajaran tatap muka, sekolah ini akan sudah siap dengan pelaksanaan protokol kesehatan.

Langkah ini dinilai Helmi bisa menjadi kesempatan untuk membangun sekolah dengan kecukupan air, selain keperluan lain untuk buang air besar, dan buang air kecil atau apapun yang diperlukan selama pembelajaran.

Selain itu, pihaknya memastikan sekolah tersebut memiliki kesiapan, baik kebiasaan memakai masker maupun thermo gun (pengukur suhu tubuh) dan persiapan bagaimana agar selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolahnya tetap menerapkan protokol kesehatan sekolah, seperti halnya physical distancing.

“Saat ini kami terus mengecek ke lapangan jangan sampai ada sekolah yang tidak memiliki sumber air. Tahap pertama kita siapkan 100 titik pengeboran, SMP 50 titik dan SD 50 titik,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Totong menambahkan, di Garut saat ini ada 673 sekolah yang mengajukan untuk dibangun sumber air. Rencananya, pembangunan sumber air akan dilaksanakan oleh Dinas PUPR.

Diungkapkan Totong, Disdik Garut sepenuhnya mendorong sekolah-sekolah agar menjadikan lingkungan yang aman serta sehat lewat kegiatan belajar dengan membangun Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Hal itu bisa diciptakan melalui kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebagai langkah nyata pencegahan penularan Covid-19, khususnya nanti saat kegiatan belajar kembali aktif.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Luna Avriantini mendukung upaya sekolah dalam menghadapi AKB. Dinas PUPR telah menerima usulan dari Dinas Pendidikan sebanyak 673 sekolah untuk penyediaan air bersih.

Baca juga : Kasihan, Pegawai PT Condong Garut 4 Bulan tak Gajian

“Kami akan menyiapkan pengadaan layanan air bersih, tempat cuci tangan, minimal tiap ruangan 1. Selain itu ada juga MCK khusus guru, murid Iaki-laki dan wanita secara terpisah serta WC septic tank,” ucapnya

Luna menyebutkan, sekolah percontohan SD di era persiapan new normal ini akan jadi patokan untuk SD yang lain sebagai persiapan sekolah di era tatap muka nanti. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.