Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.2%

19.8%

7.3%

69.6%

Pemkab Garut Targetkan 23 Ribu Warga Dites Swab

185
0
JALANI SWAB TEST. Pegawai RSUD dr Slamet Garut menjalani swab test di lingkungan rumah sakit, Selasa (1/9). Swab test dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 pada tenaga medis. Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus melakukan swab test terhadap masyarakat dan tenaga kesehatan. Tahun ini, Pemkab Garut menargetkan 23 ribu swab test masyarakat dan tenaga kesehatan.

Hingga saat ini, sudah 13.000 orang yang telah melaksanakan tes usap tersebut.

“Nanti sisanya kita kejar September sampai dengan Oktober. Untuk di sini hari ini (RSUD dr Slamet) sekitar 300 orang,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman usai meninjau swab test tenaga kesehatan di RSUD dr Slamet, Selasa (1/8).

Baca juga : 1.100 Ha Lahan di Garut Rawan Kebakaran

Menurut Helmi, kalau keseluruhan rumah sakit bisa sekitar 1.500 orang, kemungkinan dalam jangka waktu seminggu baru selesai. Untuk alatnya, Pemkab Garut telah membeli sendiri serta bantuan dari BNPB dan Gubernur Jawa Barat.

“Dengan tersedianya alat sekitar 290 orang per hari bisa diperiksa ­swab,” jelasnya.

Helmi mengatakan seharusnya pegawai puskesmas dan rumah sakit menjadi prioritas utama dalam swab test sebelum tes kepada pasien Covid-19.

“Sebenarnya, puskesmas, rumah sakit itu prioritas utama. Ini baru dilaksanakan karena mereka selama ini betul-betul fokus melayani, makanya kita melaksanakan pemeriksaan, mudah-mudahan tidak ada yang positif,” terangnya.

Mengenai penutupan sementara salah satu klinik, menurut Helmi, hal itu dilakukan hanya sementara saja, karena untuk menunggu hasil pemeriksaan yang terpapar, dua atau tiga hari diharapkan selesai.

Baca juga : JOE P-project Ajak Warga Garut Disiplin Pake Masker

Helmi juga menjelaskan saat ini penyebaran virus masih terindikasikan dari luar Kabupaten Garut dan transmisi lokal juga memang banyak terjadi. Sehingga pihaknya mempertimbangkan belajar tatap muka.

“Kemungkinan belajar tatap muka dimulai di bulan Januari 2021. Sesuai arahan dari pemerintah pusat, kemungkinan Januari setelah ditemukan vaksin,” pungkasnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.