Pemkab Garut Tertibkan PKL di Kawasan Pengkolan

180
0
PANTAU. Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Deni Suherlan bersama pejabat Pemkab Garut memantau penertiban PKL di kawasan Pengkolan Jumat (28/6). Yana Taryana / Rakyat Garut
Loading...

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut saat ini melakukan upaya pembersihan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Ahmad Yani Kecamatan Garut Kota atau Kawasan Pengkolan. Penertiban dilakukan karena keberadaan PKL di jalur tersebut mengganggu keindahan kota dan arus lalu lintas.

“Penertiban PKL ini akan dilakukan bertahap. Sekarang kan baru dari depan BJB sampai BRI sama alun-alun. Ke depan mudah-mudahan seluruhnya bisa ditertibkan,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Deni Suherlan kepada wartawan saat melihat kondisi PKL di Kawasan Pengkolan Jumat (28/6).

Dalam penertiban PKL, pihaknya tidak melakukan penggusuran. Tetapi menerapkan sistem sesuai Perda Nomor 18 tahun 2017 tentang Kebersihan, Ketentraman dan Keindahan (K3).

Jadi, kata dia, nantinya jika ada PKL yang berjualan di kawasan terlarang akan dikenakan sanksi denda maksimal Rp 50 juta. “Imbauan Perda K3 ini sudah kami pasang di sepanjang Pengkolan. Kami juga menmpatkan anggota Satpol PP 24 jam di wilayah ini,” ujarnya.

Dengan adanya sanksi, dirinya meyakini PKL akan berpikir lagi berjualan di Kawasan Pengkolan. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan TNI dan Polri dalam menerapkan sanksi ini,” terangnya.

Kasatpol PP Kabupaten Garut Hendra S Gumilar menuturkan penertiban PKL dilakukan secara bertahap karena berbagai pertimbangan. “Ya biar ke PKL-nya enak, ke Satpol PP juga enak,” ucapnya.

Yang jelas, pihaknya menargetkan tak ada lagi PKL di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Sebab sesuai perda, kawasan Pengkolan tak boleh ditempati pedagang. “Kendalanya pedagang ingin tetap bertahan. Aturan bukan untuk dinego, jadi akan ditertibkan,” ujarnya.

Loading...

Sementara itu, Agung (25) warga Desa Rancabango Kecamatan Tarogong Kaler menganggap penertiban PKL yang dilakukan pemkab setengah hati dan tidak tegas. Sampai saat ini masih banyak PKL berjualan di tempat terlarang, meski sudah ada petugas berjaga.

Dia meminta pemerintah kabupaten tegas dalam penertiban PKL. Apalagi sudah ada fasilitas Gedung PKL. “Soalnya kan ini (PKL) sudah ganggu jalan juga. Harusnya bisa cepat ditertibkan. Bulan puasa kemarin masih dimaklum. Tapi sekarang harusnya diberesin sama pemerintah,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.