Pemkab Garut Tetapkan Status KLB Corona

140
0
GUNAKAN. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman menggunakan hand sanitizer di Kantor Disdukcapil Senin (16/3). Langkah itu sebagai antisipasi virus corona. Yana Taryana / Rakyat Garut
GUNAKAN. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman menggunakan hand sanitizer di Kantor Disdukcapil Senin (16/3). Langkah itu sebagai antisipasi virus corona. Yana Taryana / Rakyat Garut

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait penyebaran virus corona. Hal itu dilakukan setelah Pemerintah Pusat dan Jawa Barat mempersilakan pemerintah daerah menentukan status daerahnya masing-masing.

“Statusnya (KLB) sudah ditetapkan oleh pak bupati. Itu sesuai arahan presiden dan gubernur. Sekarang kan virus corona itu sudah pandemi global, maka kita tentukan mulai sekarang Garut adalah darurat untuk corona,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan usai melakukan videoconference dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Comand Centre Pemkab Garut Senin (16/3).

Baca Juga : Cegah Corona, Hari Jadi Garut Dihentikan & Izin Keramaian Distop

Meski menetapkan status KLB, tetapi tak ada warga Garut dengan status orang dengan pemantauan (ODP) atau pasien dengan pemantauan (PDP), apalagi sampai positif corona.

“Kami berharap tidak sampai ada. Namun, status KLB ini erat kaitannya dengan adanya pandemi corona global saja,” terangnya.

Meski baru ditetapkan KLB, Helmi mengaku sudah mulai bisa merasakan dampak secara ekonomi bagi Kabupaten Garut terkait pandemi virus corona. Salah satunya adalah dari sektor pariwisata. Saat ini banyak kunjungan wisatawan yang harus dibatalkan.

“Laporan dari PHRI, sudah banyak yang sudah pesan hotel hingga ratusan kamar terpaksa dibatalkan,” jelasnya.

Selain sudah menetapkan status KLB, kata Helmi, pihaknya juga akan menutup sementara pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), seperti pembuatan kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran mulai Selasa (17/3).

“Hari ini (kemarin) terakhir. Mulai besok (hari ini) pelayanan ditutup sementara selama dua minggu,” terangnya.

Tapi untuk masyarakat yang mendesak, seperti untuk mengurus BPJS Kesehatan dan keperluan sekolah, bisa dilakukan.

“Itu juga yang mendesak sekali. Kalau pembuatan KTP atau KK itu bisa lain kali,” katanya.

Baca Juga : Polres Garut Batasi Izin Keramaian untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

Menurut dia, jika pelayanan Disdukcapil terus dibuka, ada kekhawatiran terjadi penyebaran virus corona. Pihaknya melakukan antisipasi agar tidak terlalu banyak keramaian.

“Kalau dibuka, sangat banyak warga yang datang ke sini. Jadi lebih baik ditutup sementara,” ucapnya.

Helmi menambahkan kantor-kantor pelayanan publik juga sudah menyiapkan alat pelindung diri (APD). Seperti penggunaan masker dan penyediaan hand sanitizer.

“Penutupan ini sesuai keputusan pemerintah daerah. Selama penutupan, kami akan melakukan pembersihan,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.