Pemkab Garut Waspadai Muncul Kluster Wisata, Pengelola Objek Wisata akan di-Swab Test

44
0

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut akan melakukan berbagai upaya dalam mengantisipasi munculnya klaster wisata.

Terlebih pascalibur panjang, objek wisata di Garut banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai wilayah, termasuk dari wilayah zona merah Covid-19.

“Kita akan terus waspada usai libur panjang ini. Ditakutkan muncul klaster wisata,” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan usai apel pagi di Lapang Setda Garut, Senin (2/11).

Rudy menerangkan, salah satu upaya yang akan dilakukan yakni melakukan swab test terhadap para pengelola wisata hingga pegawainya.

“Meski pada saat libur panjang seluruh objek wisata menerapkan protokol kesehatan. Jadi kita akan segera periksa para pegawai di lokasi wisata,” terangnya.

Rudy menyebut akan melakukan pemeriksaan kepada pegawai di objek wisata yang bergejala. Rapid dan swab test akan dilakukan sebagai langkah antisipasi munculnya klaster wisata.

“Sekarang kami mau mobile (lakukan pemeriksaan). Yang tidak bergejala tak akan di-swab. Tapi khusus yang bergejala atau pernah kontak dengan yang positif,” ucapnya.

Jika ditemukan ada yang mempunyai gejala, seperti suhu tubuh yang tinggi, maka orang tersebut akan langsung menjalani swab test.

“Sekarang saya sama petugas Puskesmas nanti mau ke Cipanas. Mau cek siapa saja yang suhu tinggi (pascalibur panjang). Kalau itu (suhu tinggi) akan langsung di-swab,” terangnya.

Rudy juga akan memberikan penghargaan kepada pengelola hotel yang telah menerapkan protokol kesehatan. Bentuk penghargaannya berupa pengurangan pembayaran pajak.

“Reward akan kami berikan berupa pengurangan pajak. Di kisaran 25 sampai 50 persen. Untuk motivasi ke mereka juga biar laksanakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Menurut Rudy, hotel-hotel besar di Cipanas sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Justru hotel melati yang masih banyak melanggar penerapan protokol kesehatan.

Baca juga : Helmi: Alhamdulillah Tak Ada Lagi Pasien Corona di Kluster Pesantren di Cipari Garut

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut Budi Gan Gan mengatakan usai libur panjang berakhir, pihaknya kini mewaspadai kemunculan klaster wisata.

“Swab test acak sesuai perintah gubernur Jabar juga telah dilakukan. Tim juga memantau lokasi wisata. Kami sudah minta pengelola perketat protokol kesehatan ke wisatawan,” ucapnya.

Menurut dia, penerapan protokol kesehatan dan pemeriksaan secara acak wisatawan pada saat libur panjang sebagai salah satu upaya antisipasi penyebaran Covid-19.

“Pemeriksaan itu diharapkan bisa mengetahui ada atau tidaknya penyebaran Covid-19 di objek wisata,” ucapnya.

Budi menerangkan, dari hasil pemeriksaan secara acak itu, tidak ditemukan adanya wisatawan yang positif Covid-19 yang datang berwisata ke Garut. Meski begitu, sampai saat ini pihaknya terus melakukan upaya pencegahan untuk mengantisipasi munculnya klaster wisata.

Hal itu karena, selama libur panjang wisatawan yang datang ke Garut meningkat 100 persen dari hari biasanya. Peningkatan itu setelah sempat lesu selama beberapa bulan.

“Kebanyakan mengunjungi kawasan wisata yang berada di sekitar perkotaan Garut, seperti Cipanas dan Darajat,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.