Pemkab Kantongi Pembuat Grup Gay

14

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut sudah mengantongi iden­titas pembuat grup facebook gay SMP dan SMA yang saat ini meresahkan masya­rakat Garut.

Hal tersebut di­ung­kapkan Kepala Bakes­bangpol Kabupaten Garut Wahyudijaya.

“Identitasnya sudah kita dapatkan, tinggal ditindak­lanjuti saja,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Alun-Alun Garut Rabu (10/10).

Dari hasil penelusurannya, pembuat akun tersebut masih merupakan warga Kabupaten Garut. Jumlahnya baru diketahui dua orang.

“Sekarang masih dalam proses penelusuran lebih lanjut. Tapi sebagian sudah kami dapat nama akunnya,” terangnya.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan dinas terkait dalam hal ini Dinas Kominfo dan Satpol PP Kabupaten Garut untuk menindaklanjuti permasalahan ini.

“Kami ungkap ini (pembuat grup) sebagai bahan saja untuk menindaklanjuti nantinya,” terangnya.

Mengenai anggota grup yang diduga para pelajar SMP dan SMA, Wahyu mengaku belum bisa memastikannya. Sebab masih dalam penelusuran tim yang sudah dibentuk oleh pemkab.

“Kalau anggota grup, saat ini masih kita telusuri. Apakah benar atau tidak itu para pelajar SMP dan SMA di Garut,” katanya.

Selain menelusuri grup facebook, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Garut. KPA telah memberikan simpul-simpul keberadaan para LGBT di Garut.

“Sudah kami ketahui juga titik kumpul mereka. Nanti tentu penanganan oleh semua pihak,” ujarnya.

Terpisah, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna belum bisa menyimpulkan grup facebook tersebut memang benar atau tidak merupakan perkumpulan gay di Kabupaten Garut.

“Kami masih terus menelusuri grup tersebut untuk mengungkap kebenarannya,” terangnya.

Budi menduga grup gay Garut di facebook ini bukan merupakan grup asli. Sampai saat ini pihaknya belum bisa membuktikan grup tersebut merupakan perkumpulan gay.

“Bisa jadi grup lain yang anggotanya sudah banyak, kemudian diganti namanya menjadi grup gay Garut. Itu bisa dimungkinkan,” terangnya.

Maka dari itu, dirinya mengimbau masyarakat jangan mudah percaya dengan adanya informasi di media sosial, sebelum melakukan kroscek ke lapangan.

“Harus dikroscek dulu kebenarannya, jangan langsung disebar saja,” terangnya.

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman menambahkan saat ini Pemkab Garut melalui Dinas Kominfo telah mengajukan penutupan akun grup facebook Gay Garut ini ke Kementerian Kominfo.

“Sekarang sebagian grup gay ini sudah ditutup dan tidak bisa dibuka lagi,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.