Pemkab Kembangkan Desa Wisata Sepanjang Rel KA Cibatu-Garut

214
0
Budi Gan Gan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut
Loading...

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten Garut akan mengembangkan desa wisata di sepanjang jalur reaktivasi kereta api Cibatu-Garut. Pengembangan desa wisata dilakukan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar jalur kereta api.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut Budi Gan Gan mengatakan pemerintah pusat dan PT KAI telah mengaktifkan kembali jalur rel kereta api Stasiun Cibatu-Garut.

Pemkab Garut, kata dia, salah satunya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan telah melakukan persiapan untuk mendukung reaktivasi jalur kereta api tersebut dengan mendorong pengembangan potensi destinasi wisata di sekitar stasiun.

“Di sepanjang jalan kereta api itu ada halte-halte, jadi mereka bisa turun dan bisa menikmati desa-desa wisata yang ada di sekitar rel kereta api,” katanya.

Ia mengungkapkan perkembangan desa wisata di Garut cukup luar biasa, bahkan ada beberapa desa wisata mendapatkan prestasi atau juara dalam perlombaan pembangunan desa.

Loading...

Jumlah desa yang sudah mengembangkan potensi wisatanya, kata dia, sebanyak 30 desa tersebar dengan menyuguhkan beragam daya tariknya sendiri.

Baca juga : Disperindag Garut Kembangkan IKM saat Pandemi

Ia menambahkan sejumlah desa di Garut masih banyak yang perlu dikembangkan potensi sektor pariwisatanya dan butuh pembinaan agar tempatnya lebih menarik dan tidak hanya sekadar keuntungan dari hasil penjualan tiket saja, tapi ada potensi usaha lainnya.

“Mereka baru siap terkait daya tariknya, jadi mereka masih konsep desa wisatanya masih jualan tiket, padahal kalau desa wisata itu adalah bukan hanya jualan tiket tapi jualan paket,” terangnya.

Terapkan Pariwisata Digital
Selain mengembangkan desa wisata, Diparbud juga akan menerapakan digital tourism atau pariwisata digital di sejumlah tempat wisata di Garut. Digital tourism diterapkan di tempat wisata di Garut untuk mengikuti perkembangan zaman yang sekarang serba digital.

“Rencananya digital tourism ini akan diterapkan di tahun depan,” ujar Budi Gan Gan.

Budi menerangkan, jika digital tourism diterapkan para wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata di Garut, bisa bertransaksi menggunakan uang digital atau non tunai.

“Digital tourism ini menjawab kondisi dunia saat ini oleh karena itu maka nanti di Situ Cangkuang bapak dan ibu beserta wisatawan itu tidak perlu bawa uang cash, cukup dengan bawa cashless, cukup dengan misalnya barcode dan sebagainya. Karena semuanya digital,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, para wisatawan tidak akan kesulitan untuk menemukan tempat destinasi wisata yang dituju, karena nantinya akan ada peta digital untuk memudahkan pengunjung selama berekreasi di Garut.

“Jadi ketika beli e-tiket, wisatawan tidak perlu mencari-cari alamat tempat wisata yang dituju, karena sudah ada peta digitalnya. Jadi lebih mudah,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris BPC PHRI Kabupaten Garut Fiki Radiansyah mengatakan target wisatawan di Kabupaten Garut adalah wisatawan luar yang sudah terbiasa dengan pembayaran memakai e-money.

“Memang itu Garut kan target market-nya orang luar kan. Katakan dari kota, dari kota ke kita gitu kan mereka tentu sudah terbiasa dengan hal-hal tersebut. Kalau misalkan begini bayar pakai debit, bayar pakai apa namanya e-money,” ucapnya.

Fiki berharap dengan adanya smart digital tourism ini bisa menambah jumlah wisatawan di Kabupaten Garut serta membuat wisatawan merasa aman dan nyaman.

“Diharapkan dengan penerapan smart digital tourism ini wisatawan lebih banyak lagi berkunjung ke Garut dan mereka bisa aman dan nyaman,” pungkasnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.