Pemkab Pangandaran Siapkan 93 Posko Covid-19 di Setiap Desa

159
0
H Jeje Wiradinata Bupati Pangandaran

PANGANDARAN – Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan pihaknya menyiapkan 93 posko di setiap desa untuk pemantauan isolasi mandiri. Nantinya, para pemudik mendapatkan pelayanan di posko tersebut. Termasuk layanan informasi.

Di posko tersebut nantinya diisi kepala desa, Babinkamtibmas, Babinsa, dan relawan dan RT. Nantinya mereka menjadi garda depan pencegahan dan penanganan pandemi virus Corona di Kabupaten Pangandaran.

Baca juga : 1.294 Karyawan Hotel di Pangandaran Dirumahkan

“Karena dengan posko itu dapat melaporkan setiap hari perkembangan kesehatan dari pemudik dan berapa orang-orang yang datang dari zona merah yang melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumahnya,” ujar Bupati kepada wartawan Senin (13/4).

Tugas dari tim gabungan di 93 posko itu, nantinya memantau warga yang datang dari luar kota, terutama zona merah dan perkembangan kesehatan pemudik.

Hasil pe­mantau­an ke­pada para pemudik itu, kata Jeje, akan dilaporkan ke puskesmas dan pemerintahan di tingkat kecamatan.

Loading...

“Pelaporan dengan memakai WhatsApp dan telepon sehingga nanti petugas puskesmas tidak kebingungan karena mendapatkan informasi dari posko per desa tersebut tentang progres kesehatan mereka (pemudik, Red),” ujarnya.

Dengan demikian, para pemudik bisa teridentifikasi dan cepat, sehingga pemerintah bisa mengambil langkah guna mencegah penyebaran virus corona.

“Dengan menerapkan seperti ini maka akan lebih rinci dan tepat pemantauan pemudik dalam pencegahan dan penanganan pandemi virus corona, sehingga membuat Kabupaten Pangandaran tetap menjadi zona hijau,” kata dia menargetkan.

Dalam masa pencegahan penyebaran virus corona, Pemkab Pangandaran menerapkan pembatasan jarak fisik atau physical distancing. Aparatur sipil negara (ASN) dapat bekerja di rumah. Pun dengan peserta didik. Mereka belajar di rumah. Masa belajar di rumah diperpanjang. Tadinya sampai 14 April, saat ini diperpanjang sampai 28 April.

“Artinya penetapan tanggap bencana virus corona diperpanjang sampai 14 hari lagi (28 April, Red) untuk bisa bekerja dan belajar dari rumah, sehingga dengan harapan dapat mengurangi penyebaran virus corona,” kata orang nomor satu di Pemkab Pangandaran ini.

Baca juga : Antisipasi Corona, Brigez Cimerak Pangandaran Bagikan 500 Masker

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangandaran drg Yani Achmad Marzuki MM Kes diwakili Sekretaris Dinas Kesehatan Yadi Sukmayadi SKep MMKes, data pemantauan Covid-19 pada Senin (13/4), orang dalam pemantauan (ODP) di Pangandaran mencapai 472 orang. Sebanyak 422 diantaranya selesai masa pemantauan. Sisanya, 50 orang masih dalam pemantauan.

“Selain itu, terdapat total 10 orang tanpa gejala (OTG, Red) masuk dalam pemantauan. Selesai pemantauan sembilan dan yang masih pemantauan satu orang,” kata dia. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.