Pemkab Pangandaran Sosialisasi Pilkada Libatkan PNS, Ini Kata Bawaslu..

58
0
Dedih Rakhmat Kepala Kesbangpol Kabupaten Pangandaran
Dedih Rakhmat Kepala Kesbangpol Kabupaten Pangandaran

PANGANDARAN – Rencana Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang akan melakukan sosialisasi Pilkada 2020, dengan melibatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Non PNS, menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiawan mengatakan Pemkab Pangandaran sama sekali belum melakukan koordianasi secara formal dengan Bawaslu terkait rencana tersebut.

“Saya memandang ada sisi resistensi, ketika sosialisasi ini tidak melibatkan penyelenggara, maka saya memberikan masukan ke Pak Pjs Bupati agar ada pemberitahuan kepada KPU ataupun Bawaslu, supaya kita bisa mengawasi jalanya sosialisasi ini,” katanya kepada Radar, Rabu (14/10).

Lanjut dia, penyelenggara juga harus dilibatkan dalam sosialisasi tersebut, agar tidak ada opini bahwasanya PNS di Pangandaran tidak netral. “Masyarakat bisa berasumsi seperti itu, alangkah baiknya libatkan jajaran KPU dan Bawaslu,” jelasnya.

Baca juga : Sejak Tahun Lalu, 700 PJU di Pangandaran Rusak

Ia melihat ide dari Pjs Bupati Pangandaran Dani Ramdan ini memang perlu diapresisasi, karena pada dasarnya tujuan dari kegiatan itu adalah untuk meningkatkan angka partisipasi pemilu di Kabupaten Pangandaran, dalam masa pandemi covid-19.

Loading...

“Tapi di satu sisi kita juga harus melihatnya secara komprehensif, jangan sampai niat baik kita malah menimbulkan masalah yang baru,” tuturnya.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Pangandaran Dedih Rakhmat mengatakan bahwa ide sosialisasi itu memang berasal dari Pjs Bupati Pangandaran.

“Jadi masyarakat memang masih banyak yang tidak tahu, terutama soal waktu pelaksanaan dan tata cara pencoblosan, sehingga Pak Pjs Bupati memiliki gagasan melibatkan PNS atau ASN untuk menyosialisasikan Pilkada,” katanya.

Menurutnya, Pjs Bupati sudah meminta kepada para PNS untuk tidak menyalahgunakan kegiatan sosialisasi itu, untuk menggiring masa. “Harus hati-hati, karena nantinya berhubungan dengan netralitas ASN,” jelasnya.

Kata dia, sosialisasi ini tentunya akan melibatkan penyelenggara pemilu, di antaranya KPU dan Bawaslu. “Jadi silahkan awasi,” katanya. Dengan tegas ia menyebutkan bahwa sosialisasi itu bukan untuk menggiring pemilih di Pangandaran. “Silahkan saja dipantau oleh semuanya, tidak hanya Bawaslu saja,” ujarnya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.