Pemkab Pastikan Kebutuhan Logistik untuk Korban Banjir di Garsela Aman

32
0
JELASKAN. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman diwawancarai terkait bencana. yana taryana / rakyat garut

PAMEUNPEUK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut memastikan kebutuhan logistik untuk warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor di wilayah selatan Garut aman.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan, Kamis (15/10).

Baca juga : Banjir Bandang di 6 Kecamatan Garut Selatan, Ini Kata Perhutani..

Menurut dia, untuk kebutuhan warga selama tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor akan ditanggung pemerintah. Saat ini, logistik untuk warga terdampak bencana sudah disalurkan ke lokasi bencana.

“Tanggap bencana ini sudah kita tetapkan selama tujuh hari dari mulai kejadian. Semua logistiknya pemerintah yang tanggung,” ujarnya.

Helmi menerangkan telah menyalurkan sebanyak 10 ton beras dari gudang bulog. Jika masih diperlukan, penyaluran beras akan terus ditambah.

“Bantuan lain juga telah datang dari berbagai pihak. Itu akan disalurkan kepada warga yang terdampak bencana,” terangnya.

Ia menyebutkan terdapat tiga kecamatan yang terdampak banjir bandang, yaitu Pameungpeuk, Cikelet dan Cibalong. Sementara di Kecamatan Cisompet, tanah longsor terjadi di beberapa titik dan menyebabkan puluhan warga mengungsi.

Menurut dia, jumlah warga terdampak sekitar 1.000 di Kecamatan Pameungpeuk. Namun, secara keseluruhan data warga terdampak bencana di Kabupaten Garut masih terus dilengkapi.

Berdasarkan data yang didapat dari BPBD Kabupaten Garut per Senin (12/10) sore, banjir bandang berdampak ke tiga kecamatan, yaitu Pameungpeuk, Cibalong, dan Cikelet. Sebanyak 992 KK di Pameungpeuk dan 127 KK di Cikelet.

Di Kecamatan Pameungpeuk, sebanyak 35 unit rumah dilaporkan rusak ringan, 20 unit rusak sedang dan tujuh unit rusak berat. Selain itu, banjir juga membuat satu masjid rusak ringan, satu sarana pendidikan rusak ringan, dan tiga jembatan gantung rusak berat.

Di Kecamatan Cikelet, banjir bandang menyebabkan satu tembok penahan tebing rusak, sawah terendam, dan abrasi tanah di bantaran sungai.

Sementara untuk kerugian total akibat bencana, Helmi juga masih belum bisa memastikan. Namun, kerugian diperkirakan cukup besar. “Sawah saja ada 50 hektare yang terdampak banjir bandang. Itu kemungkinan puso,” terangnya.

Baca juga : Warga Bantarlebak Garut Tewas Dihajar Pemilik Kandang Ayam

Helmi menyebutkan pada massa tanggap darurat pihaknya akan fokus dalam penanganan warga terdampak. Baru setelah itu, penanganan lain seperti relokasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

“Saat ini kita fokus penanggulangan. Misalnya jalan tertimbun dan jembatan putus harus ada penanggulangan darurat,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.