Anggarkan di APBD Perubahan untuk Beli Blangko KTP-el

Pemkab Siapkan Rp 1 Miliar

67
0

“Akibatnya masyarakat tidak cespleng. Tidak menerima langsung KTP-nya. Kalau ada dapat langsung, kalau tidak ada ya nunggu,” terangnya.

Kesulitan blangko KTP-el dirasakan Agus Suhandar (30), warga Kecamatan Singajaya. Dia mengaku sudah menanti pembuatan KTP-el sejak delapan bulan lalu. “Selama delapan bulan setelah direkam di kecamatan ini, saya hanya dapat suket (surat keterangan) saja, “ ujar Agus saat ditemui di kantor Disdukcapil Garut kemarin.

Dirinya datang ke Kantor Disdukcapil karena dari pihak kecamatan menganjurkan untuk datang ke kantor. “Tapi pas sampai malah nggak dapat nomor antrean. Katanya disuruh datang besok lagi. Padahal saya butuh KTP-el buat lamaran kerja,” katanya.

Dia berharap dengan adanya gedung baru Disdukcapil pelayanan adminitrasi kependudukan bisa lebih cepat. Keberadaan gedung baru, harus diiringi pelayanan. “Katanya itu gedung baru Capil. Percuma kalau tetap harus antre. Pelayanannya harus diperbaiki biar enggak lama ngurus KTP,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.