Pemkab tak Ambil Keuntungan Rapid Test dari Wisatawan Pangandaran

152
1
OPTIMIS. Bakal Calon Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata optimis bisa melanjutkan periode kedua di Pilkad 2020, Selasa (9/6). DENI NURDIANSYAH/ RADAR TASIKMALAYA
OPTIMIS. Bakal Calon Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata optimis bisa melanjutkan periode kedua di Pilkad 2020, Selasa (9/6). DENI NURDIANSYAH/ RADAR TASIKMALAYA

PANGANDARAN – Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menegaskan bahwa syarat rapid test bagi wisatawan atau pengunjung yang datang ke Pangandaran bukan sebagai ajang bisnis atau mencari keuntungan. Melainkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Menurut Jeje, adanya syarat bagi wisatawan untuk membawa bukti rapid test adalah demi kebaikan dan keselamatan warga Pangandaran agar terhindar dari wabah virus corona yang tidak menutup kemungkinan dibawa oleh para pengunjung atau wisatawan.

“Memang perekonomian harus bangkit, tapi masyaraka juga harus sehat,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Kemudian, kata dia, jumlah wisatawan yang boleh masuk ke Pangandaran baru perorangan saja. Namun ke depannya bisa rombongan.

“Ya mohon dimaklumi untuk saat ini, nanti juga akan diizinkan satu rombongan, jika kondisinya membaik,” ucapnya.

Lanjut dia, dalam melaksanakan rapid test bagi wisatawan atau pengunjung yang belum melakukannya itu berdasarkan kesadaran dari mereka tanpa ada paksaan. Hanya, yang tidak memiliki hasil rapid test tidak diperbolehkan masuk.

Loading...

“Pemkab Pangandaran tidak mengambil keuntungan sepeser pun, jadi sangat menolak jika tes tersebut dianggap sebagai ladang bisnis semata. Sejak awal sebenarnya kita tidak ingin ada rapid test, tapi wisatawan cukup membawa surat keterangan dan sudah melakukan rapid test dengan hasil non reaktif,” ujarnya.

Menurut dia, adanya beberapa lokasi rapid test sebagai antisipasi jika ada wisatawan yang tidak membawa surat keterangan.

“Memang untuk rapid test itu ada biaya per orang Rp 200 ribu, tapi kita sama sekali tidak mengambil keuntungan dari sana. Kita juga tidak menentukan harganya sebesar itu, karena memang dari sananya seperti itu,” jelasnya.

Menurut Jeje, dirinya sangat bersyukur apabila ada jasa yang menawarkan rapid test lebih murah.

“Kalau ada yang sanggup lebih murah silahkan, karena kami tidak mengambil keuntunga sedikit pun,” katanya. (den)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.