Pemkab Tasik Akui Disiplin Prokes Masih Rendah

45
0
Loading...

SINGAPARNA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengakui masih rendahnya kesadaran dalam disiplin protokol kesehatan, terutama dalam kepatuhan pemakaian masker yang masih kurang.

Apalagi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah merilis daerah yang kepatuhan menerapkan protokol kesehatannya rendah adalah Kabupaten Tasikmalaya masuk kategori tingkat kepatuhan bermasker paling rendah.

Faktanya, di lapangan masih banyak masyarakat yang abai menggunakan masker. Tidak hanya di fasilitas umum seperti pasar tradisional dan terminal, karyawan di instansi swasta hingga pemerintahan masih ditemukan yang abai menggunakan masker.

Pantauan Radar, di Pasar Tradisional Singaparna masih terpantau banyak pedagang dan pembeli yang tidak menggunakan masker. Sementara itu mereka satu sama lain berinteraksi dengan jarak yang sangat dekat.

Baca juga : KPU Tak Hadiri Audiensi FMPD, Soal Kisruh Pilkada Tasik 2020

loading...

Selain itu sejumlah pegawai di lingkungan Pemkab Tasikmalaya masih ada yang melayani masyarakat tanpa masker. Meski tempat duduk disekat kaca transparan, namun tidak menerapkan protokol kesehatan yang baik.

Salah satu sopir angkutan umum (Angkum) di Terminal Singaparna Amor (55) mengaku membawa masker namun hanya digantungkan di telinga karena merasa kurang nyaman. “Kalau saya bawa masker, tapi kadang enggak digunakan. Kalau ada operasi patuh di jalan baru dipakai. Takut kena razia,” tutur dia kepada Radar, kemarin.

Pedagang sayur di Pasar Singaparna Hasan (45) menuturkan, pada umumnya pedagang hampir semuanya membawa masker, namun kadang dipakai maskernya kadang tidak saat melayani konsumen. “Suka pakai masker, dipakai kadang kalau lagi melayani masyarakat atau pembeli. Khawatir, tapi gimana lagi pak,” ujar dia.

Koordinator Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya Rudi Sonjaya mengatakan, Tim Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya telah melakukan upaya edukasi hingga penegakkan disiplin protokol kesehatan. Namun, kesadaran masyarakat masih rendah karena jumlah penduduknya banyak.

“Kita sosialisasi, edukasi dan penegakkan disiplin melalui operasi yustisi sudah dilakukan. Artinya kita tidak diam. Bahkan sanksi administrasi dan sosial diberlakukan untuk mereka yang abai tidak pakai masker,” terang Rudi. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.