Pemkab Tasik Beli Kendaraan Rp7,5 M, Damkar & Truk Sampah Masih Kekurangan

494
0
MASIH KURANG. Armada pemadam kebakaran dan truk sampah di Kabupaten Tasikmalaya masih kekurangan dan tidak ideal dengan luas wilayah. FOTO-FOTO DIKI SETIAWAN-RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Besarnya anggaran pengadaan alat studio dan kendaraan operasional di Bagian Umum cukup berbanding terbalik dengan kebutuhan armada pelayanan bagi masyarakat yang masih kekurangan.

Kendaraan pelayan masyarakat yang masih kurang seperti armada pemadam kebakaran, truk sampah dan termasuk ambulans. Padahal, kendaran tersebut jauh lebih dibutuhkan oleh masyarakat, karena keberadaannya dirasakan langsung manfaatnya.

Baca juga : Dapur Umum Bagikan 1000 Nasi Bungkus Gratis per Kecamatan di Kota Tasik

Kepala Bidang (Kabid) Damkar Dinas Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya Wawan Setiawan mengatakan, saat ini pihaknya baru memiliki enam unit armada pemadam kebakaran yang masih digunakan. Namun, jumlah tersebut jauh dari ideal untuk memberikan pelayanan prima di 39 kecamatan. “Melihat luas wilayah ini minimal ada 10 unit armada damkar,” ujarnya kepada Radar, Rabu (22/4).

“Tadinya memang akan ditempatkan di eks tujuh kewadanaan, jadi setiap kewadanaan atau wilayah ada satu unit armada damkar untuk penanganan kebakaran secara optimal dan cepat, tapi saat ini kondisinya masih kurang,” katanya, menambahkan.

Kata dia, tujuh eks kewadanaan tersebut seperti di Kecamatan Singaparna, Manonjaya, Ciawi, Cikatomas, Karangnunggal, Sukaraja dan Taraju. Namun karena keterbatasan semua dilayani oleh enam armada damkar yang tersedia di kantor.

Kepala Bidang (Kabid) Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Tasikmalaya H Endang Syahrudin me­ngatakan armada truk untuk pengang­kutan sampah yang dimiliki dinas untuk melayani di 39 ke­camatan dan wilayah perkotaan ada 10 unit.

“Untuk saat ini, baru bisa melayani tiga pusat perkotaan seperti di Singa­par­na, Ciawi dan Manon­jaya. Jadi masih sangat terbatas pelayanannya, karena di tiga pusat perkotaan ini juga belum semua terlayani,” ujar dia.

Jenis unit armadanya sendiri, kata dia, untuk dua armada truk kontainer tempat menyimpan sampah dan delapan truk untuk mengangkut sampah. Kalau dilihat dari sisi pelayanan masih sangat jauh dari maksimal.

“Kalau idealnya itu dari sisi pelayanan di pusat perkotaan seperti Karangnunggal, Cikatomas, Sukaraja, Singaparna, Manonjaya, Ciawi, Rajapolah dan Taraju, harus ada 60 armada truk. Saat ini baru tiga yang terlayani, lima pusat perkotaan belum terlayani, karena masih kekurangan armada,” ungkap dia.

Baca juga : Di Kabupaten Tasik, Shalat Tarawih tak Dilarang tapi Harus Ini..

Perhitungannya, tambah dia, jika ada 60 armada truk pengangkut sampah maka delapan pusat perkotaan bisa terlayani maksimal semuanya. “Jadi bisa memperluas wilayah pelayanan, tidak hanya terpusat di tiga wilayah perkotaan. Di tiga wilayah ini juga oleh dua sampai tiga truk, setiap truk kapasitasnya enam kubik,” papar dia.

Kepala Puskesmas Ciawi Asep Rudi mengatakan, untuk ambulans saat ini baru tersedia satu unit. Padahal Ciawi menjadi rujukan dari beberapa kecamatan di Tasik Utara. “Idealnya ada dua unit,” katanya. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.