Pemkab Tasik Ciptakan Inovasi Membangun Desa Wisata

82
0
SOSIALISASI. Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan sosialisasi terkait pengembangan desa wisata di Fave Hotel, Jumat (11/12). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA
SOSIALISASI. Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan sosialisasi terkait pengembangan desa wisata di Fave Hotel, Jumat (11/12). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan sosialisasi terkait Desa Wisata kepada Kompepar, pengelola desa wisata dan destinasi wisata, GENPPARI dan lainnya di Fave Hotel, Jumat (11/12).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya Drs H Nana Heryana MM mengatakan, dalam rangka sosialisasi desa wisata bagaimana menumbuhkan potensi yang ada di wilayah masing-masing.

“Kaitan dengan pengembangan desa wisata. Dari aspek pengembangan, aspek perencanaan dan evaluasi paling utama. Karena harus ada sinergis dari seluruh kegiatan,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

“Kita berbicara teknis dengan memberikan arahan kepada pengelola, apa saja yang mau dijual dan pasarnya ke siapa. Itu yang harus dibuat dulu jangan hanya bikin saja, namun dalam pembuatan itu harus terencana dan harus terkonsep sampai hal detailnya,” katanya, menambahkan.

Kata Nana, pengelola harus mampu mengembangkan potensi yang ada. Misalnya dikembangkan supaya tidak hanya sampai berwisata saja. Melainkan harus kepada bisa menginap atau bagaimana, sehingga wisatawan bisa berlama-lama di lokasi tersebut.

“Apa inovasi dari pengelola desa wisata itu sendiri. Itu harus dilakukan dan kemudian diharapkan setiap tiga bulan atau enam bulan sekali harus ada inovasi-inovasi yang baru,” saranya.

Baca juga : Jembatan Amblas Penghubung 2 Kampung di Jamanis Tasikmalaya Lama Tak Diperbaiki

Sejauh ini, kata dia, desa-desa yang sudah mulai dikembangkan, desa wisatanya itu akan didata. Apakah sudah layak menjadi desa wisata atau tidak. Nanti akan membuat surat keputusan dari bupati penetapan atas usulan dari desa, kecamatan dan baru penetapan desa wisata.

“Mudah-mudahan ketika sudah menjadi penetapan sebagai desa wisata, kalo memang inovasi bagus dan memang sistem pengelolaannya bagus maka bisa diusulkan untuk peluang mendapatkan bantuan dari kementerian,” ujarnya.

“Desa harus ada satu program bagaimana mengembangkan desa wisata. Tidak hanya di sarana prasarana, namun juga dikembangkan dalam aksebilitas atau homestay. Itu ada peluang-peluang seperti itu, yang sedang kami lakukan memebrikan wawasan,” ucapnya.

Menurutnya, jangan asal membuat desa wisata. Namun, ketika memiliki potensi dan kreativitas patut untuk dikembangkan dengan membuat desa wisata. Seperti di Kampung Sukaruas potensinya edukasi kerajinan. Jadi, wisatawan datang ke sana untuk mengetahui caranya membuat anyaman.

“Jika ada yang bisa dikembangkan maka kembangkanlah menjadi desa wisata, tapi tidak diwajibkan semua desa memiliki desa wisata. Ini bagaimana potensi yang ada dan kearifan lokal di masyarakat yang memang nantinya ada inovasi,” ucapnya.

Peserta pelatihan asal Taraju, Taufan mengatakan kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk mengembangkan desa wisata. “Kami di Taraju sedang menuju untuk mengembangkan desa wisata, jadi kita butuh sekali pelatihan-pelatihan seperti ini,”ujarnya.

Menurutnya, bahwa yang namanya wisata desa itu bukan tempat wisata atau objek wisata, di mana segala fasilitas dibangun seperti kolam renang, flying fox atau yang lainnya. Melainkan, kegiatan sehari-hari masyarakat desa merupakan suatu wisata bagi mereka orang-orang kota, jadi pariwisata bagi desa wisata atau masyarakat desa adalah suatu bonus atau tambahan pendapatan. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.