Pemkab Tasik Dinilai tak Serius Tangani Corona, 1 Warga Karangnunggal Meninggal Diduga Positif Covid-19

9180
0

KABUPATEN TASIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya dinilai paling lamban dan tak serius dalam menangani wabah covid-19 di wilayah Provinsi Jawa Barat selama ini.

Betapa tidak, masyarakat sempat diresahkan adanya kabar beredar di berbagai grup whatsapp tentang seorang warga diduga positif corona meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SMC Singaparna, Tasikmalaya, Selasa (24/03) dini hari tadi.

Warga asal setempat korban di salah satu wilayah Tasikmalaya Selatan itu sempat dikagetkan karena penguburan dilakukan oleh beberapa petugas yang memakai hazmat atau Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

“Bahkan, pembentukan satuan gugus tugas corona saja di Kabupaten Tasikmalaya masih belum terbentuk. Kami konfirmasi ke eksekutif malah saling lempar. Ini sebenarnya ada apa?,” sambungnya.

Asop menerangkan, dewan merasa heran dengan lambannya upaya pencegahan corona di wilayah Kabupaten Tasikmalaya selama ini.

Padahal, pemerintah pusat terus bergerak cepat dengan berbagai upaya termasuk pengalihan penggunaan beberapa pos alokasi anggaran.

Loading...

“Namun, ini di Kabupaten Tasik kebijakan kearifan lokal yang justru harus jadi perhatian, belum bisa memberikan ketegasan regulasi payung hukum yang utuh dan masih mengambang sampai hari ini,” terangnya.

"Sampai hari ini kami selaku wakil rakyat kecewa dengan tak seriusnya Pemkab Tasikmalaya dalam menangani wabah corona selama ini," ujar Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asop Sopiudin kepada wartawan.
“Sampai hari ini kami selaku wakil rakyat kecewa dengan tak seriusnya Pemkab Tasikmalaya dalam menangani wabah corona selama ini,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asop Sopiudin kepada wartawan.

Misalkan, suport anggarannya, kata dia, selama ini seperti tidak ada kesepahaman teknis di lapangan.

“Kami minta Bupati Tasik segera lakukan langkah strategis. Jangan sampai terus menerima masukan anak buahnya yang tak jelas. Ini harus diambil alih komando langsung oleh Bupati,” tegas Asop.

Asop menilai tak ada lagi alasan saat ini bagi Pemkab Tasik karena masalah tidak adanya anggaran.

Sampai saat ini beberapa peraturan menteri mulai Kementerian Keuangan sampai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), telah menurunkan peraturan membolehkan memakai anggaran yang dimiliki oleh masing-masing daerah.

Terkait informasi sosialisasi bahayanya wabah corona serta penanganannya pun sampai hari belum terdengar dilakukan secara masif oleh pemerintah daerah setempat.

Bahkan, saat pihaknya akan menanyakan informasi falid terkait kondisi penyebaran corona di Kabupaten Tasikmalaya, seakan disembunyikan dengan berbagai alasan.

Tiba-tiba masyarakat digemparkan dengan informasi adanya pasien diduga positif corona yang meninggal di rumah sakit lalu dikuburkan tanpa sesuai protokoler yang telah ditetapkan selama ini.

“Wajar ada ketakutan dengan wabah seperti ini, tapi ini kan harus diketahui masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (kadinkes) Kabupaten Tasikmalaya, Heru Suharto, membenarkan adanya salah satu pasien yang diduga memiliki ciri-ciri corona di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya, Selasa dini hari tadi.

Dirinya pun selama ini belum bisa memastikan apakah pasien tersebut positif atau negatif virus corona karena sampelnya belum bisa diketahui sampai sekarang.

“Ya betul, ada seorang pasien meninggal yang dibawa dengan menggunakan ambulan ke RSUD SMC tadi malam,” kata Heru.

Sampai hari ini, lanjut Heru, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena sedang dalam proses tracing.

Tapi, Heru membenarkan bahwa informasi yang beredar di masyarakat itu ditangani sesuai protokol virus corona dengan berpakaian APD lengkap sampai ke lokasi pemakaman.

“Saat ini kita masih mencari, menggali, mendalami atas meninggalnya pasien,” tambahnya.

Sampai sekarang pihaknya akan masih menunggu hasil pemeriksaan oleh Lab Kemenkes.

“Hasilnya bisa satu hari atau bahkan sampai 3 dan 10 hari baru kita ketahui,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.