Pemkab Tasik Kebut PBB, Ini 18 Kecamatan yang Belum Lunas

48
0
Ilustrasi PBB radartasikmalaya.com
Ilustrasi
Loading...

SINGAPARNA – Dari 39 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, sebanyak 18 Kecamatan lagi saat ini yang belum melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2020. Sedangkan untuk 21 Kecamatan lainnya telah melunasi kewajiban membayar PBB.

“Sebelumnya realisasi sebelum penagihan baru 14 Kecamatan yang telah melunasi PBB, namun setelah penagihan realisasi Kecamatan yang melunasi PBB mencapai 21 Kecamatan,” ujar Ajat Sudrajat Kasubid Penagihan dan Pendapatan pada Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Tasikmaya kepada Radar, Senin (14/12).

Ajat mengungkapkan, beberapa diantara Kecamatan yang melunasi PBB yakni kecamatan Puspahiang, Cibalong, Parungponteng, Bantarkalong dan Cikatomas, Sodonghilir, Salopa, Sukahening, Pancatengah, Taraju, Bojongasih, Sukaraja, Karangjaya, Gunungtanjung, Cigalontang, Sariwangi, Padakembang, Pagerageung, Jamanis, Cikalong, dan Culamega.

Sementara itu Kecamatan yang belum melunasi PBB, diantaranya Kecamatan Cipatujah, Karangnunggal, Bojonggambir, Salawu, Jatiwaras, Cineam, Manonjaya, Singaparna, Mangunreja, Sukarame, Leuwisari, Sukaratu, Cisayong, Rajapolah, Ciawi, Kadipaten, Sukaresik, dan Tanjungjaya.

Kata Ajat, untuk jumlah desa yang jumlahnya mencapai 351 Desa se Kabupaten Tasikmaya, baru 299 desa yang telah melunasi Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan. Sisanya 52 desa lagi yang masih belum lunas.

Loading...

Ajat menjelaskan, besaran target PBB tahun 2020 ini mencapai Rp22.500.000.000. Realisasi sebelum penagihan Rp 19.924.674.085, sedangkan realisasi sesudah penagihan mencapai Rp 21.106.409.326. Ada peningkatan sebesar Rp 1.181.735.241 dan untuk sisa sebesar Rp 1.393.590.674.

“Alhamdulillah setelah melaksanakan monitoring dan penagihan Pajak Bumi dan Bangunan ke Kecamatan dan Desa yang belum lunas, kini ada penambahan realisasi untuk target PBB. Jika dipersentasikan, untuk kecamatan yang telah lunas mencapai 53,84 persen, desa yang lunas mencapai 85,18 persen dan secara keseluruhan sudah mencapai 93,81 persen. Masih ada beberapa hari ke depan, mudah-mudahan bisa melampaui 95 persen,” kata dia.

Ajat menambahkan, beberapa desa yang paling banyak belum membayar PBB merupakan desa yang berada di Kecamatan Singaparna. Sementara untuk Kecamatan lainnya, hanya tinggal satu hingga dua desa lagi yang belum melunasi PBB.

“Banyaknya desa yang belum melunasi PBB yang menjadi alasannya dikarenakan masih pandemi covid-19. Selain itu Wajib Pajak tidak ditemukan, karena ada yang di luar daerah sehingga susah mencari alamat,” kata Ajat menambahkan.

Sementara itu, kepala Desa Cikunir, H. Ibin Arifin mengakui untuk realisasi PBB di desanya belum mencapai 100 persen. Di sisa waktu ini, Ia mengaku optimis para wajib pajak yang ada di wilayah Desa nya akan segera membayar sehingga tidak ada tunggakan.

“Masih ada waktu beberapa minggu ke depan. Saya akan maksimalkan agar semua warga sadar akan wajib membayar Pajak Bumi dan Bangunan yang hanya dibayarkan setahun sekali ini,” kata dia.

(radika robi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.