Warga 2 Desa Ini Bangga dan Bersyukur Bisa Bangun Jembatan Secara Swadaya

167

PANCATENGAH – Hadirnya peran pemerintah di tengah-tengah masyarakat khususnya di bidang infrastruktur ternyata belum sepenuhnya dirasakan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Itu seperti yang dirasakan masyarakat Kecamatan Panca Tengah, khususnya warga Desa Cibuniasih dan Pangliaran.

Belum lama ini, masyarakat kedua desa tersebut terpaksa melakukan urunan agar bisa memangkas perjalanan 20 menit ketika mereka hendak ke Pangliaran maupun ke Cibuniasih.

Warga secara urunan membangun jembatan penghubung antardesa tersebut. Tokoh Masyarakat Cibuntu III, Cecep Mansur Sidik menceritakan perjuangan warga agar dapat mewujudkan jembatan antardesa ini. Kata dia, telah puluhan kali warga mengajukan pembuatan jembatan ini ke pemerintah.

“Alhamdulillah jembatan ini terwujud hasil gotong-royong warga. Jembatan ini awalnya telah masyarakat ajukan ke pemerintah sejak tahun 1996. Tapi selalu tak terwujud. Selalu tertunda entah karena apa,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, Selasa (13/8).Terang dia, lokasi jembatan penghubung antardesa ini telah difoto warga dan diajukan dalam setiap kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang). Karena warga harus memakan waktu 20 menit untuk menuju desa tetangga.

“Sekarang waktu perjalanan itu bisa dipangkas. Walaupun luas jembatan hanya cukup untuk melintasi satu mobil dan tak bisa dua jalur. Alhamdulillah warga pun bahagia. Di bawah jembatan ini melintasi air cek dam. Jadi ini jembatan cek dam,” terangnya.

“Awalnya warga gotong-royong membuat jembatan ini dengan bambu dan hanya bisa dilintasi motor. Kini telah disemen dan bisa dilintasi satu mobil. Jadi perekonomian warga kamipun Insya Allah bisa meningkat dengan berdirinya jembatan ini,” sambungnya.

Dia menjabarkan, saluran air cek dam ini telah berdiri diantara dua desa itu sejak zaman penjajahan Belanda dan diresmikannya sekitar tahun 1965.

“Ya Alhamdulillah, keresahan terhadap hadirnya pemerintah di tengah masyarakat memang tak terasa. Jadi kami inisiatif saja,” bebernya.

Dia menambahkan, dari segi biaya memang warga keberatan. Karena warga awalnya berharap banyak dari pemerintah.

“Akhirnya ya kami inisatif patungan sejak beberapa tahun untuk membangun jembatan ini. Kini tuntas sudah pembangunan jembatannya,” tambahnya.

Jelas dia, panjang jembatan ini 15,30 meter dengan lebar 2 meter. “Untuk dilintasi satu jalur kalau mobil. Alhamdulillah. Benar-benar tidak dirasakan hadirnya masyarakat di tengah-tengah warga. Karena jelas-jelas warga urunan membangunan jembatan ini tanpa ada bantuan dari pemerintah,” jelasnya.(rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.