Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

4.8%

41.9%

14%

1.4%

26.6%

0%

10.8%

0%

Pemkab Tasik Segera Persiapkan Penunjang Exit Tol

275
0

TASIK – DPRD Kabupaten Tasikmalaya meminta pemerintah daerah menyiapkan akses dan sarana penopang pembangunan exit tol Bandung-Garut-Tasikmalaya-Cilacap di Desa Cikunten Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya yang akan dibangun mulai 2020.

Akses penunjang tersebut, harus di­persiapkan agar saat exit tol selesai dibangun mampu memecah kemacetan dan membuat tata ruang wilayah di Kecamatan Singaparna sebagai pusat ibu kota Kabupaten Tasikmalaya tertata.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Fraksi PPP Cecep Nurul Yakin SPd MAP meminta kepada pemerintah daerah menyiapkan akses dan sarana penopang sebelum exit tol selesai dibangun di wilayah Singaparna.

Cecep menyebut ada beberapa akses atau sarana penunjang yang bisa disiapkan oleh pemkab. Seperti pemindahan pasar dan terminal Singaparna ke tanah yang sudah disiapkan pemerintah daerah ke Kecamatan Padakembang. “Nantinya Alun-alun Singaparna akan lebih lengang,” ujarnya kepada Radar, Senin (30/9).

Kemudian, penyelesaian pembangunan jalan Ciawi-Singaparna (Cising) akan menjadi jalur alternatif sebagai jalan penopang kabupaten. Sehingga bisa memecah kemacetan arus kendaraan yang masuk lewat Singaparna.

“Termasuk pembangunan jalan Lingkar Utara (Lingtar) atau jalan perkotaan penunjang ibu kota kabupaten dari Cikunir ke Eor Mangunreja harus mulai pembebasan lahan,” paparnya.

Cecep meyakini jika ketiga akses dan sarana penopang untuk mengimbangi dibangunnya exit tol di Singaparna, maka sebagai wajah ibu kota kabupaten akan terlihat tertib, tidak ada kemacetan, tidak carut-marut dan tertata.

“Saya pikir sebesar apapun program yang akan digulirkan di Kabupaten Tasikmalaya, jika persoalan pembangunan di daerah dari tahun ke tahun atau periode ke periode tidak tuntas akan menjadi cerita jelek,” ungkapnya.

Cecep menyebut wilayah perkotaan seperti Singaparna sudah seharusnya pembangunannya berkembang ke wilayah pinggiran. Saat ini, jalan provinsi yang melalui Cikunir dan Mangunreja terus diperluas untuk memecah kemacetan.

“Namun, selebar apapun jalannya di lebarkan tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan karena akses antar kota kabupaten Tasikmalaya melalui satu jalur tersebut,” terang dia.

Maka, pemkab diminta segera memulai pembebasan tanah untuk pembangunan akses jalan lingkar utara. Pemerintah harus berani membebaskan lahan dari sekarang karena makin didiamkan nanti nilai tanah makin tinggi dan masyarakat lebih tahu.

Jadi, tambah Cecep, jalan Cising dan Lingtar akan menjadi pemecah solusi kemacetan di wilayah Singaparna ketika nanti exit tol dibangun.

“Saya yakin, ketika ada akses jalan baru termasuk exit tol, banyak pemukiman penduduk bergeser ke dekat jalan tersebut. Sehingga tumbuh perekonomian, seperti pertokoan dan usaha lainnya. Tinggal sekarang pemkab terus berkonsultasi dan komunikasi dengan pemprov dan pemerintah pusat soal tol ini,” tambah dia.

Dan pemerintah daerah, ungkap dia, harus sudah mulai silaturahmi dan menyosialisasikan program pembangunan exit tol kepada masyarakat. Jangan sampai yang tahu lebih awal adalah spekulan atau pengusaha broker tanah.

“Titik perkembangan perekonomian harus dirasakan oleh masyarakat sekitar exit tol. Sehingga saya berharap yang tumbuh ekonominya adalah masyarakat Kabupaten Tasikmalaya,” kata dia.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan, Evaluasi Pelaporan pada Sekretariat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tasikmalaya Yudi Rahman menjelaskan latar belakang pembangunan tol Bandung-Garut-Tasikmalaya-Cilacap sendiri, tujuan utamanya membawa kemajuan pembangunan dan ekonomi di Jawa Barat Selatan.

Sebenarnya, terang dia, semangat pembangunan dan ekonomi di Jabar Selatan tersebut sudah sinergis dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang sudah dibuat.

Didalam RPJMD, kata dia, target pemkab dalam menopang dibangunnya exit tol bertujuan sebagai jalan alternatif dan pemecah kemacetan.

“Jalan Cising ini, akan menjadi penopang utama dibangunnya exit tol yang rencananya akan di bangun di wilayah Singaparna. Kita targetkan selesai tahun ini, dari bantuan anggaran banprov dan Dana Alokasi Umum (DAU), untuk anggaran penyelesainnya Rp 25 miliar,” jelas Yudi kepada Radar di Kantor PUPR, kemarin.

Terkait progres pemindahan pasar dan terminal Singaparna juga sudah berlanjut. Tahap pembebasan lahan untuk pembangunan akses jalan masuknya di wilayah Desa Cilampunghilir Kecamatan Padakembang sudah dibebaskan. Dan pembangunannya akan dimulai tahun 2020.

Adapun progres pembangunan jalan lingkar utara, kata Yudi, pemkab sudah mulai membebaskan lahan di wilayah Cikunir, Singaparna untuk pembangunan badan jalan lingtar.

”Di tahun 2020 akan dilanjutkan pembebasan lahan hingga ke wilayah Eor, Mangunreja sampai ke pembangunan.

Lingtar ini dibangun untuk menjadi salah satu solusi pemecah kemacetan dengan anggaran yang dibutuhkan Rp 167,5 miliar,” ungkap dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.