Pemkab Tasik Siapkan 2,7 M untuk Beli Sarung, Lelangnya Ditunda

317
0

SINGAPARNA – Fantastis, luar biasa dan berbagai kata lainnya pun diucapkan masyarakat ketika mengetahui pengadaan sarung di Bagian Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya yang mencapai Rp 2,7 miliar.

Pengadaan sarung untuk Idul Fitri tahun ini pun sudah masuk website LPSE Kabupaten Tasikmalaya, lengkap dengan nominal sebesar Rp 2,7 miliar. Hal itu jelas menjadi perbincangan hangat, terlebih di media sosial Facebook.

Baca juga : Banprov Tahap 2 untuk Warga Kota Tasik Berbentuk Uang Tunai

Ketua DPD KNPI Kabupaten Tasikmalaya Nana Sumarna SE meminta pemerintah daerah menunda pengadaan barang-barang yang tidak terlalu prioritas dan penting, apalagi dengan jumlah anggaran yang besar.

Padahal lebih baik anggaran tersebut dialihkan dulu untuk menangani dampak pandemi Covid-19 yang sudah benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Sangat besar lah untuk beli sarung saja Rp 2,7 miliar dan belum terlalu prioritas untuk masyarakat. Alangkah lebih baik dialihkan dulu lah untuk menangani wabah virus corona,” katanya, meminta.

Memang, kata dia, sebelumnya pun selalu ada anggaran untuk pengadaan sarung setiap tahunnya, tapi untuk sekarang lebih besar dibandingkan tahun lalu. “Tahun lalu kalau tidak salah sekitar Rp 1,7 miliar, sekarang bertambah menjadi Rp 2,7 miliar.

Ya kita minta hemat anggaran, apalagi di tengah kondisi wabah Covid-19. Nanti setelah aman dari wabah bisa kembali dianggarkan,” harapnya.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Tasikmalaya H Abun Ruskendar mengatakan, pengadaan sarung ini mencapai Rp 2,7 miliar yang akan diberikan kepada RT, RW, Linmas dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat yang jumlah keseluruhannya mencapai puluhan ribu se-Kabupaten Tasikmalaya.

Itu dilakukan sebagai bentuk perhatian atau kepedulian kepada mereka yang sudah mengabdi sebagai pemerintah setempat.

Kata dia, proses pengadaannya sudah ditayangkan dalam website LPSE Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sejak 2 April lalu. Namun, dampak penyebaran wabah Covid-19 pemerintah daerah menunda proses lelangnya sampai batas ditentukan aman dari virus corona.

“Pengadaan sarung ini rutin dilakukan Pemkab Tasikmalaya setiap tahun. Jadi sudah biasa, bukan tahun ini saja dilaksanakannya,” ujar Abun saat dihubungi Radar, Kamis (30/4).

Dia mengungkapkan, bahwa anggaran pengadaan barang jenis sarung tahun ini cukup besar dibanding tahun lalu. Karena sebelumnya RT belum secara keseluruhan termasuk RW. Jumlah RT di kabupaten saja sekarang mencapai 10.400-an.

“Karena sasarannya banyak, sekarang RT-RW mendapatkan, termasuk hansip atau Linmas dan BPD di pemerintahan desa. Kalau dihitung-hitung biasanya per sarung itu Rp 50.000-60.000 merek Atlas dan lainnya.

Ya di tahun sebelumnya dibawah Rp 2,7 miliar saja anggarannya,” papar dia.

Namun, kata dia, sehubungan munculnya wabah Covid-19, maka keluar kebijakan dari bupati untuk lelang pengadaan barang jenis sarung dihentikan sementara. Jadi anggarannya masih di kas daerah.

Baca juga  : Persiapan PSBB Hari Rabu, Posko Perbatasan Kota Tasik Dibubarkan

“Nanti dilanjutkan tidaknya melihat perkembangan di pertengahan Mei, sampai dinyatakannya wabah Covid-19 ini aman atau reda, nanti pihak ketiga bisa kembali memasang tendernya,” kata dia.

Sejauh ini, kata dia, lelang pengadaan sarung sudah diikuti oleh 28 peserta yang mengajukan tendernya. Dengan sistem pengadaan barang bersifat tender cepat-pasca kualifikasinya satu file dan harga terendah sistem gugur, karena Covid-19 ditunda dulu. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.