Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Pemkab Tasik Tahan Sertifikat Dadaha, Terkesan Ngga Mau Gratis Serahkan Aset..

172
0
Nurul Awalin

INDIHIANG – Para wakil rakyat Kota Tasikmalaya angkat bicara soal Pemkab Tasikmalaya yang terkesan tak ingin ‘gratisan’ menyerahkan sertifikat aset ke Pemkot Tasik.

Pemkab malah ingin Pemkot ikut mengusulkan anggaran Sarana Olahraga (SOR) ke Pemprov Jawa Barat. Harusnya, Pemkab Tasik senafas serta sejalan dengan keinginan Pemkot Tasik.

Hal itu dibenarkan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Tasik, Nurul Awalin. “Harusnya lebih mengutamakan kemaslahatan umat. Senafas dong demi kebaikan masyarakat kita. Karena masyarakat kita dan masyarakat Kabupaten Tasik itu sedarah,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, Rabu (18/9).

Terang dia, hal apalagi yang mengharuskan sertifikat aset itu ‘ditahan-tahan’ pihak Pemkab Tasikmalaya. “Karena secara secara de jura dan de facto telah jelas aset itu milik Kota Tasikmalaya. Lalu mengapa sertifikatnya tak dikasihkan? Proses mediasi pun telah dilakukan sejak lama apalagi telah melewati proses paripurna,” terangnya.

Jika beralasan ingin dibantu soal biaya SOR, tegas politis Partai Golkar ini, hal tersebut sudah dilakukan beberapa tahun lalu.

“Zaman Bupati Pak Tatang kalau tak salah. Silahkan serahkan aset ini ke Pemkot, tapi bantu bangun Perkantoran Kabupaten Tasik. Itu sudah dilakukan. Lalu SOR-nya juga sudah,” terangnya.

“Sehingga saat itu Kota Tasik tak dapat bantuan dari Gubernur Jabar untuk sarana perkantoran dan SOR-nya. Karena kota dikasih bekas kabupaten. Sekarang kan bangunan-bangunan itu sudah ada di sana (di kabupaten), komplek perkantoran Pemkab sudah. Untuk SOR juga sudah diperjuangkan Mang Iyod malah (Yod Mintaraga, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat),” sambungnya.

Maka dari itu, jelas Nurul, sudah tidak ada alasan apapun sertifikat aset itu tak segera diberikan ke Pemkot Tasik.

“Kan semua sudah jelas. Buat apa atuh sertifikat saja sampai ditahan segala. Kan tidak ada manfaatnya. Malah jadi temuan BPK-kan. Kan seperti Cilembang, Pendopo, dan eks Setda tidak dikasihkan ke kita juga tak diganggu. Lalu sekarang aset yang sudah diserahkan malah sertifikatnya ditahan kan buat apa atuh,” jelasnya.

(rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.