Pemkab Tasik Targetkan 70% Warganya Divaksin

51
0
DIWAWANCARA. Kepala DKPP Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto MMKes didampingi Kasi Promkes dr Reti Zia menyampaikan jadwal pendistribusian vaksin Covid-19, Kamis (21/1). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

SINGAPARNA – Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya mengonfirmasi vaksin Covid-19 akan diterima pada Sabtu (23/1). Hal tersebut diungkapkan Kepala DKPP Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto MMKes kepada wartawan, kemarin.

Dia menyebutkan bahwa informasi dan jadwal pendistribusian vaksin Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) besok, Sabtu (23/) tiba.

“Informasi yang masuk ke kita, DKPP Kabupaten Tasikmalaya, memang kita dijadwalkan hari Sabtu (23/1). Namun dimungkinkan karena diterima kebetulan akhir pekan, kepastiannya maksimal bisa Senin (25/1) diterima,” terang Heru.
Menurut dia, jumlah vaksin Covid-19 yang akan diterima oleh Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 3.400 vaksin.

Untuk prioritas pertama diperuntukkan bagi tenaga kesehatan. “Nanti ketika tenaga kesehatan sudah divaksin, kita prioritas yang kedua untuk profesi yang sering bersentuhan dengan masyarakat yaitu TNI/Polri dan ASN. Kategori ketiga adalah masyarakat umum yang sudah masuk kriteria,” jelas dia.

Baca juga : Jasad Bayi Busuk yang Ditemukan di Cisayong Tasik Diotopsi, Ini Hasilnya..

loading...

Untuk pelaksanaan vaksin terhadap tenaga kesehatan, kata dia, DKPP sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Termasuk melakukan sosialisasi untuk Muspida, tenaga kesehatan di puskesmas, rumah sakit, Babinsa dan Babinkamtibmas.

“Dalam pelaksanaan vaksinasi ini ada 43 fasilitas kesehatan yang disiapkan, 40 di antaranya adalah puskesmas di Kabupaten Tasikmalaya dan tiga lainnya adalah penunjang yaitu RSIA Respati, Klinik Arafah dan klinik kesehatan Polres Tasikmalaya,” terang dia.

Kemudian, kata dia, untuk tempat penyimpanan vaksin Covid-19 ini akan disimpan di gudang farmasi yang sudah disiapkan di Kantor DKPP Kabupaten Tasikmalaya dan cukup untuk menyimpan persediaan vaksin.

“Nanti setelah itu, kita sebarkan ke 43 fasilitas kesehatan yang sudah disiapkan,” kata dia.

Dia menambahkan, untuk vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat umum ada kriteria yang diprioritaskan sesuai anjuran pemakaian vaksin Sinovac. Ada 16 kriteria yang tidak dianjurkan untuk divaksin tahap pertama ini. Di antaranya yang tidak dianjurkan adalah tensi darahnya lebih dari 140/90, penyakit komorbid atau penyerta, kemudian yang usianya lebih dari 60 tahun,” kata dia.

Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini akan dilaksanakan selama 15 bulan secara bertahap. “Dari total 1,8 juta jiwa penduduk Kabupaten Tasikmalaya rencananya minimal ditargetkan sebanyak 70 persen dari total jumlah penduduk yang akan divaksin. Maksimalnya 80 persen. Namun lebih baiknya seluruhnya,” jelas dia.

Kasi (Kepala Seksi) Promosi Kesehatan (Promkes) DKPP Kabupaten Tasikmalaya dr Hj Reti Zia Dewi K MARS menambahkan, kaitan dengan kabar hoaks soal pelaksanaan vaksinasi Covid-19, upaya DKPP dalam meyakinkan masyarakat dengan cara memberikan edukasi lengkap kepada masyarakat.

“Edukasi dan pemahamannya, bahwa vaksin Sinovac ini halal dan aman untuk digunakan. Karena sudah dikaji dan diteliti di tingkat pemerintah pusat. Jadi mudah-mudahan berita hoax soal vaksin ini tidak ada lagi dan masyarakat merasa aman dan lancar,” papar dia.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menitipkan juga dalam proses kegiatan vaksinasi di Kota/Kabupaten Tasikmalaya harus berjalan lancar. Karena vaksin akan tiba di Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat (22/1), yang masuk tahap kedua penyalurannya setelah tahap pertama di tujuh daerah di Jawa Barat yang telah melaksanakan vaksinasi.

Lanjut dia, untuk prioritas vaksinasi terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Provinsi Jawa Barat (Jabar), jumlahnya sebanyak 153 ribu. Menjadi target provinsi dalam kurun waktu selama satu bulan ke depan menyuntikkan vaksin kepada semua nakes di 27 kota/kabupaten di Jawa Barat.

Selanjutnya, terang dia, prioritas tahap kedua terhadap TNI/Polri dan profesi yang rawan terhadap Covid-19 dan tahap ketiganya adalah masyarakat secara umum sesuai kriteria. Distribusi vaksin pun sudah dievaluasi dan berjalan lancar dari gudang provinsi ke gudang kota/kabupaten di Jabar.

“Yang sedang kita evaluasi dan perbaiki adalah ketidakhadiran yang divaksin saat mau dilaksanakan vaksin. Kami meminta kepada pusat untuk menjaring data-datanya karena datanya diatur oleh pemerintah pusat. Jadi bisa diingatkan H-1 sebelum divaksin sesuai jatah vaksin yang bisa dimanfaatkan,” papar dia.

Maka dari itu, jelas dia, pemerintah provinsi terus belajar dari plus minus di tahap pertama proses vaksinasi di tujuh daerah, yang akan dijadikan sebagai bahan perbaikan-perbaikan termasuk di Kabupaten Tasikmalaya ini.

“Kami juga melihat relatif cukup baik di pusat perkotaan di kabupaten Tasik dalam kepatuhan protokol kesehatan, kami harapkan bukan saja ketika kami datang pakai masker, tetapi atas kesadaran sendiri,” kata dia. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.