Pemkab Tasik Targetkan PAD Uji KIR Rp1,05 M, Dishub Optimis

64
0
radartaaikmalaya.com
Petugas Dishub saat mengecek truk yang melakukan uji KIR di UPTD pengujian kendaraan bermotor, Rabu (18/11). radika robi/ radartasikmalaya.com

SINGAPARNA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari uji KIR sebesar Rp1.051.520.000 dari target awal Rp1.351.520.000.

Sampai dengan bulan Oktober tahun 2020 ini, realisasinya sudah mencapai 89,12 %.

Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya, Iwan Roslan Effendi mengaku optimistis target yang sudah dicanangkan di tahun ini akan tercapai.

“Dalam sehari setidaknya tercatat 40 kendaraan lebih yang melakukan uji kir. Dalam sebulan ratusan kendaraan melakukan uji kir. Pengecekan dilakukan secara keseluruhan mulai dari uji rem, rem tangan, lampu, dan ban. Fisik dan administrasi juga harus sesuai. Jika tidak, kendaraan dinyatakan tidak lolos uji,” ujarnya kepada Radar, Rabu (18/11).

Iwan mengatakan, pengecekan secara keseluruhan ini agar kendaraan benar-benar dinyatakan laik jalan dan untuk keselamatan bersama.

Ia mengimbau, kepada masyarakat pemilik kendaraan rutin melakukan pengujian kir setiap enam bulan sekali.

Sebab, masih sering ditemukan penyebab kecelakaan karena kendaraan tidak laik jalan.

“Dengan ini diharapkan keselamatan setiap kendaraan dinas, angkutan barang, maupun orang dapat terjamin dan meminimalisasi kecelakaan. Pasalnya, jika semua kendaraan dalam keadaan baik dan laik jalan, keselamatan di jalan juga dapat terjamin dan menekan angka kecelakaan,” ungkapnya.

Dengan capaian yang ada saat ini, Iwan merasa optimistis target PAD tersebut akan tercapai.

Sebab, dalam setahun, setidaknya 1 kendaraan mempunyai kewajiban untuk melakukan uji kir sebanyak 2 kali.

Artinya yang sudah melakukan uji kir pada Januari–Juni itukan akan kembali lagi pada Juli–Desember.

Sementara kendaraan yang wajib itu adalah kendaraan barang dan angkutan umum.

Tapi semisal ada kendaraan pribadi yang mau uji kir tetap dilayani, karena itu bisa menambah PAD nantinya.

“Kepada pengusaha angkutan umum dan barang, kami meminta agar tertib dalam melakukan uji kendaraannya secara berkala dalam enam bulan sekali. Agar kendaraan yang digunakan dapat dipastikan laik jalan dan aman saat dikendarai,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan, Unang Arifin menambahkan, warga yang akan memanfaatkan layanan ini wajib mengikuti protokol kesehatan seperti kewajiban mengenakan masker di area uji kendaraan, mencuci tangan, menjaga jarak dan mengecek suhu tubuh.

“Hal serupa juga berlaku bagi petugas, mereka wajib mengenakan masker, pelindung wajah, mencuci tangan, serta menjaga jarak,” kata dia.

Layanan uji KIR kendaraan ini, kata dia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang memiliki kendaraan angkutan barang dan penumpang yang biasanya digunakan untuk kepentingan perniagaan.

“Memastikan kendaraan dalam kondisi laik sangat penting untuk menjaga keselamatan berkendara. Dalam melaksanakan pelayanan ini juga, kami menerapan protokol kesehatan secara ketat,” kata dia.

(radika robi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.