Tunggu Rekomendasi Tempat Relokasi dari Badan Geologi

Pemkab Tasikmalaya Belum Usulkan Anggaran

19
MENGUNGSI. Warga korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Bojongsari, Desa Cikuya Kecamatan Culamega berada di bilik pengungsian Selasa (27/11).

SINGAPARNA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya belum mengusulkan alokasi anggaran kepada pemerintah provinsi dan pusat untuk relokasi permukiman warga di Desa Bojongsari, Desa Cikuya Kecamatan Culamega. Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya H Wawan R Efendy kepada Radar, Selasa (27/11).

Belum dilakukannya pem­bahasan secara fokus, kata dia, baik tempat relokasi baru yang akan dijadikan permukiman warga dan lainnya menjadi dasar alokasi anggaran belum diusulkan.

“Termasuk belum dilak­sanakannya rapat koordinasi antar SKPD soal relokasi ini. Karena relokasi melibatkan berbagai unsur. Untuk tempat relokasi juga harus ada rekomendasi lagi dari Badan Geologi,” ungkapnya.

Walaupun belum ada usulan anggaran, kata Wawan, pihaknya sudah mengantongi data-data rumah dan kepala keluarga (KK) yang layak direlokasi. Untuk Desa Cikuya ada sekitar 56 dan Desa Bojongsari 80 kepala keluarga. Semuanya tinggal dilakukan verifikasi ke lapangan, sehingga bantuan tersebut tepat sasaran.

Wawan meminta untuk sementara sebelum adanya relokasi warga lebih waspada ketika hujan turun dengan deras. “Apabila cuaca tidak memungkinkan, warga diimbau mengungsi ke tempat yang lebih aman supaya menghindari risiko akibat bencana,” paparnya.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik (Darlog) pada BPBD Kabupaten Tasikmalaya Ria Supriana menambahkan saat ini sudah turun surat keputusan (SK) bupati terkait tim transisi penanggulangan kepada pemulihan pascabencana harus ditindaklanjuti langkah-langkah cepat oleh dinas-dinas terkait. “Karena banyak tahapan yang harus dilakukan sebelum menuju kepada tahapan relokasi permukiman warga. Maka dari itu, sampai saat ini korban bencana masih berada di pengungsian sebelum ada relokasi,” paparnya.

Terpisah, Kepala Desa Bojongsari Kecamatan Culamega Guruh Ivan Purnawan mengungkapkan korban bencana banjir bandang dan tanah longsor masih khawatir dengan cuaca yang hampir setiap hari hujan. “Setiap hari hujan turun, tapi intensitasnya tidak terlalu besar dan tak mengakibatkan bencana,” ungkapnya.

Terang dia, warganya yang masih berada di bilik pengungsian sebanyak 28 kepala keluarga yang rumahnya rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor. Karena tidak semua korban terdampak bencana tinggal di bilik pengungsian. ”Ada juga yang pindah di rumah saudaranya,” tandasnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.