Pemkab Tasikmalaya Dorong Pemuda Berdaya Saing dan Berwirausaha

100
0
Loading...

SINGAPARNA – Keberadaan pemuda sangat berpengaruh besar terhadap pembangunan daerah. Maka dari itu, pemuda harus didorong untuk bisa berdaya saing dan memiliki kemapuan dalam berwirausaha. Sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya Drs H Nana Heryana MM mengatakan, pihaknya memotivasi para pemuda dengan melaksanakan pelatihan wirausaha agar mereka memiliki keinginan untuk berwirausaha.

“Yang paling utama adalah memotivasi para pemuda yang memiliki minat berwirausaha. Kita fasilitasi dengan memberikan arahan-arahan dari KADIN dan dari pelaku usaha yang mengembangkan UMKM, yang mana untuk organisasi kepemudaan kita lakukan pelatihan-pelatihan melalui organisasi kepemudaan,” ujarnya kepada Radar, Jumat ( 27/11).

 

Nana mengungkapkan, bagi para pemuda yang baru minat dan yang masih belum minat diberikan pencerahan, bahwa pelaku usaha itu untuk menentukan hidup ke depannya.

Loading...

Pasalnya ada yang sukses sebagai wirausaha, sebagai politisi, sebagai ekonom ataupun sebagai yang lainnya untuk menemukan jati diri pemuda itu sendiri.

Orientasi dari kegiatan ini, ujar dia, adalah memotivasi pemuda yang mudah-mudahan pelatihan itu muncul motivasi agar timbul minat dari para pemuda untuk menjadi seorang wirausaha atau pengusaha. Karena itu merupakan yang paling utama.

“Para pemuda diberikan arahan-arahan bagaimana untuk menjadi seorang wirausaha itu dan diberikan motivasi dari titik awal sampai dengan akhir bagaimana proses untuk bisa berhasil menjadi seorang wirausaha atau pengusaha,” katanya.

Lanjut Nana, dalam hal ini, pihaknya lebih memotivasi bagaimana mengembangkan ekonomi kreatif bagi para pemuda di masa sekarang ini. Bahwa peluang untuk mendapatkan wirausaha itu bisa melalui digital atau dengan teknologi untuk cara pemasarannya.

Kemudian, kata dia, kalau itu sudah mau berkembang dan sudah mulai merintis, nantinya akan difasilitasi. Karena pembinaan secara langsung dan untuk pengembangan usaha ada di Disperindag, Dinas Koperasi dan UMKM.

“Yang kita tumbuhkan itu sebetulnya pemuda ini memiliki minatnya dulu dan kita memberikan minat kepada para pemuda untuk bisa berwirausaha. Seperti yang kita kembangkan di parekraf itu, di mana seluruh bidang yang kita kembangkan kaitan untuk cenderamata, untuk kuliner dan semuanya kita kembangkan di ekonomi kreatif,” ucapnya.

Menurutnya, jika ekonomi kreatif sudah berkembang maka akan direkomendasikan ke dinas terkait untuk penambahan modal atau pelatihan ke depannya bagi para pemuda.

Lanjut dia, jika minatnya sudah banyak dan punya potensi, kenapa tidak berkolaborasi dengan dinas terkait untuk pengembangannya.

“Kita rekomendasikan untuk melakukan pelatihan-pelatihan yang disesuaikan dengan kemampuan para pemuda tersebut,” katanya.

Lanjut Nana, pemuda bisa memanfaatkan HP dalam berwirausaha. Sekarang semua hampir memilikinya, hanya saja disayangkan digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang kurang produktif.

Padahal, kata dia, dengan gadget atau HP bisa menghasilkan uang dan tidak hanya mengeluarkan uang saja. Sehingga pihaknya memotivasi ini sebagai peluang yang ada dan memiliki kreativitas itu dapat menghasilkan uang.

Baik dari sisi pemotretan, promosi, maupun produk yang nanti dihasilkan untuk promosi. Kemudian juga membuat jejaring untuk promosi.

“Karena memang dengan HP ini hampir belum bisa dimanfaatkan secara maksimal, baru kita laksanakan untuk komponen-komponen komunikasi saja dan belum sampai ke peluang usaha,” ujarnya.

“Justru dalam HP itu membuka peluang untuk pengusaha dan jika sudah berhasil akan menghasilkan uang yang cukup besar,” katanya, menambahkan.

Dengan kecanggihan ini, kata dia, mereka bisa mempromosikan wisata, menginformasikan keberadaan lokasi destinasi wisata yang ada di salah satu desa. Sehingga itu bisa dimanfaatkan oleh para pelaku pariwisata yang ada di desa dan itu untuk pemanfaatan yang harus diviralkan.

“Salah satu contohnya yaitu yang sering diviralkan adalah kegiatan Kampung Kolecer Desa Cisayong yang dipromosikan sampai ke mana-mana. Itu merupakan salah satu promosi wisata yang dibantu melalui teknologi atau HP,” katanya.

Sehingga, lanjut Nana, bagaimana cara kreativitas untuk memberikan penasaran kepada orang bahwa destinasi wisata yang ada di tempat itu bisa lebih baik di masyarakat.

“Para pemuda yang ada di desa wisata itu memiliki peluang yang besar dan memang kita petik dengan berbagai potensi yang ada, baik itu kuliner dengan cenderamata atau kerajinan-kerajinan,” ucapnya.

“Jasa itu dalam satu kerangka untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan menumbuhkan jati diri para pemuda untuk ke depannya. Mudah-mudahan dari hasil pembinaan ini, kita evaluasi untuk bisa lebih dan ada yang bisa berhasil. Itu yang memang kita perlu survei lagi untuk ke depannya bagaimana para pemuda memang memiliki potensi bahkan memiliki usaha sendiri dalam berwirausaha,”
kata dia.

Kasi Kepeloporan, Kepemimpinan dan Kewirausahaan Pemuda Vika Tursiti Sondari mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya untuk mengurangi tingkat pengangguran di kalangan terdidik. Sebagian besar dari lulusan S1 rata-rata sulit mencari pekerjaan, karena ketidaksesuaian pedidikan dengan lapangan pekerjaan yang tersedian.

“Kegiatan ini sebagai upaya untuk mendorong pemuda untuk mau berwirausaha menciptakan lapangan pekerjaan, bukan sebagai pencari kerja. Salah satunya dengan mengadakan pelatihan seperti sekarang ini, dengan menghadirkan orang-orang yang kompeten dalam bidang tersebut dengan menghadirkan praktisi langsung di bidang tersebut seperti dari Kadin,” ujarnya.

Kata dia, untuk kegiatan tersebut juga bekerja sama dengan OJK dan TPKAD. Selain itu untuk permodalan, menghadirkan dari perbankan seperti BJB Syariah dan BJB konvensional. Kebanyakan para pemuda lebih diarahkan ke peluang usaha seperti kuliner dan lainnya.

“Peserta pelatihan yang inut banyk bergerak di bidang kuliner. Kami juga memberikan bantuan alat memasak seperti kompor dan blender. Walauapun di tengah pandemi, usaha kuliner masih bisa bertahan dan banyak yang tumbuh, seperti banyak yang membuka kafe atau warung kopi,” katanya.

”Mereka umumnya berjualan tidak hanya offline melainkan online juga dengan memanfaatkan sosmed dan fasilitas di transportasi online. Ini cukup membantu mereka dalam menjalankan usahanya,” ujarnya, menambahkan. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.