Pemkab Tasikmalaya Rencanakan Bentuk Saber Wajib Belajar

82
BERPIDATO. Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto memberikan sambutan pada Pentas PAI SD 2019 di Gedung Islamic Center (GIC), Singaparna, Jumat (8/3).

TASIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya berencana membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Wajib Belajar. Saber ini untuk mengurangi angka usia wajib belajar yang tidak sekolah.

Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto menargetkan Saber Wajib Belajar itu terbentuk tahun ini. Melalui saber itu, dia ingin membimbing dan memberi bantuan kepada anak-anak usia SD agar bisa bersekolah lagi.

Jaminan pendidikan anak itu bukan hanya urusan guru, tetapi juga urusan kepala daerah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Sosial dan pihak-pihak terkait lainnya.

“Mari kita kurangi angka anak yang tidak sekolah, pada usia dia yang seharusnya sekolah,” tutur bupati saat menghadiri Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) SD tingkat Kabupaten Tasikmalaya 2019 di Gedung Islamic Center (GIC), Singaparna, Jumat (8/3).

Ade menjelaskan, pendidikan karakter adalah suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter bangsa kepada peserta didik.

Didalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemampuan, serta tindakan untuk menjalankan nilai-nilai karakter bangsa.

“Secara umum pendidikan karakter adalah untuk membentuk karakter seorang peserta didik sehingga menjadi pribadi yang bermoral, berkarakter mulia, bertoleransi, tangguh dan berperilaku baik. Semoga itu semua tertanam pada siswa di Kabupaten Tasikmalaya,” ujar bupati.

Bupati berharap siswa Kabupaten Tasikmalaya mampu menguatkan karakter dan ideologi bangsa. Mereka harus memahami empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Yang tak kalah penting untuk dipahami adalah ideologi agama yang mengajarkan kebaikan, toleransi, perdamaian dan moderasi.

“Saya optimis bila generasi bangsa mempunyai pemahaman yang utuh tentang empat pilar kebangsaan dan memahami tentang ideologi agama, mereka pasti memiliki imunitas dan pembanding terutama saat mendapatkan pengetahuan baru dari dunia digital tentang ide kebangsaan serta akan memiliki saringan dalam menghadapi serangan ideologi asing,” kata Ade.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ade mengapresiasi Pentas PAI. Acara tersebut dapat memperkukuh niat dan sikap pemerintah dalam mewujudkan bangsa yang berkarakter terutama bagi generasi muda.

“Kegiatan seperti ini adalah kegiatan yang baik yang perlu terus menerus dilaksanakan setiap tahunnya. Karena, dengan kegiatan seperti ini, peserta didik dapat menumbuhkembangkan minat, bakat, kreativitas dan lebih termotivasi untuk meningkatkan prestasi dalam bidang keterampilan serta seni Pendidikan Agama Islam,” tutur bupati.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya Dadan Wardana SIP MM menerangkan, moto Pentas PAI SD 2019 adalah “Menjalin Ukhuwah, Mempererat Silaturahmi dan Berkompetensi Penguatan Budaya Religius Islami”.

Kegiatan ini diikuti 1.014 peserta dan 507 pendamping dari 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Materi yang dilombakan antara lain musabaqah tilawatil quran (MTQ), musabaqah hifdzul quran (MHQ), pidato keagamaan, tulis Alquran, praktik kesempurnaan salat, cerdas cermat bidang keagamaan dan kasidah rebana. (rls/snd/adv)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.