Pemkot Banjar Amankan Aset

62
MEMASANG PATOK. Pekerja memasang patok di lokasi aset milik Pemkot Banjar. (Cecep Herdi/radartasikmalaya.com)

BANJAR – Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Banjar terus memaksimalkan pengamanan aset, seperti lahan dan bangunan milik pemerintah.

Kepala Bidang Aset BPPKAD Kota Banjar Egi Ginanjar mengatakan pengamanan aset milik pemerintah dilakukan dengan cara pemasangan patok, papan plang bertuliskan lahan milik pemerintah lengkap.

Di dalamnya tertulis luasan tanah dan lokasi. Tak lupa, pemerintah juga menyertifikatkan lahan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).

”Kita terus melakukan pengamanan dan penyelamatan aset pemerintah dengan cara melakukan pemasangan patok-patok, kemudian pemasangan plang aset serta sertifikasi tanah dengan BPN. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menghindari penyerobotan tanah milik pemerintah,” kata Egi kemarin, Rabu (9/1).

Pemkot pun terus melakukan pemetaan kawasan di seluruh wilayah Kota Banjar. Mereka mendata dan mengecek langsung ke lapangan lahan mana saja yang merupakan aset milik pemerintah.

Pemerintah sudah memasang patok dan plang aset. Totalnya, sudah mencapai 40 sampai 50 persen dari total lahan milik pemerintah di Kota Banjar.

”Mudah-mudahan upaya kita untuk melakukan pengamanan aset pemerintah ini selesai 100 persen secepatnya. Targetnya sampai tahun depan,” tuturnya.

Sejauh ini kata Egi, tidak ada kendala di lapangan dalam melaksanakan pengamanan aset. Hanya saja untuk prosesnya memerlukan proses dan tahapan.

”Ya tentu secara bertahap karena kan aset milik pemerintah ini banyak ya, tidak hanya tanah kosong. Ada bangunan dan lain-lain juga. Kemudian untuk sertifikasi tanahnya juga kita terus berkoordinasi dengan pihak BPN supaya lahan pemerintah ini sudah tersertifikat BPN, kekuatan hukum pemiliknya tetap,” kata dia.

Masyarakat juga tambah dia, sudah mengetahui upaya pengamanan aset. Seperti mengetahui pemasangan patok dan plang aset. Pihaknya terus bergerak cepat supaya seluruh aset pemerintah aman.

Lantaran pihaknya tak ingin mengambil risiko jika tidak diamankan secepat mungkin, ke depan dikhawatirkan ada penyerobotan lahan.

”Secara global aset milik pemerintah ini sebesar 85 persen dari luasan wilayah Kota Banjar. Dan sudah menjadi keharusan seluruh aset milik pemerintah ini tertib administrasi,” ungkapnya. (cep)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.