Pemkot Banjar Bahas Anggaran Penanganan Covid-19

1293
0
RAMAH. Asep Mulyana, Kepala Bidang Anggaran BPPKAD Kota Banjar ditemui di ruang kerjanya. Cecep herdi / radar tasikmalaya
RAMAH. Asep Mulyana, Kepala Bidang Anggaran BPPKAD Kota Banjar ditemui di ruang kerjanya. Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – BADAN Pendapatan Pengedolaan Kuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Banjar masih menunggu hasil perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) untuk penanganan dan penanggulangan wabah corona (Covid-19) dari Dinas Kesehatan dan RSUD Kota Banjar.

Menurut Kepala Bidang Anggaran BPPKAD Banjar Asep Mulyana, Dinas Kesehatan menjadi leading sector penanganan wabah pandemik di Kota Banjar. Pihaknya masih menunggu berapa kebutuhan anggaran yang diperlukan Dinas Kesehatan, RSUD dan instansi terkait yang ikut menanggulangi penyebaran virus corona.

“Kita memiliki anggaran biaya tidak terduga (BTT) sebesar Rp 1 miliar tahun ini. Itu bisa dialokasikan jika kebutuhan untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kota Banjar dibawah Rp 1 miliar,” kata dia di kantor BPPKAD Kota Banjar Rabu (18/3).

Baca Juga : Belajar Dirumah untuk Cegah Corona, 60 Siswa di Kota Banjar Malah Main Game di Warnet

Namun, lanjutnya, jika kebutuhan anggaran diatas Rp 1 miliar maka kebijakan pemerintah daerah bisa menganggarkan dengan dasar Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) nomor 9 tahun 2020 tentang Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan.

Anggaran DAK Kesehatan sendiri nilainya Rp 9 miliar lebih. Rinciannya biaya operasional kesehatan (BOK) Rp 8 miliar dan fisiknya Rp 1,7 miliar.

“Bisa dari DAK jika dari BTT tidak mencukupi untuk kebutuhan anggaran penanggulangan Covid-19 ini,” katanya.

Anggaran juga bisa di-plot dari dana perimbangan dari APBN. Itu sesuai Permenkeu nomor 19 tahun 2020 yang isinya tentang Penanggulangan Covid-19.

“Namun terlebih dahulu kita melihat RAB yang disusun Dinas Kesehatan dan RSUD, berapa anggaran yang dibutuhkan. Nanti jika RAB telah selesai dan diserahkan ke kami, nanti wali kota yang memutuskan akan menggeser anggaran dari pos mana nih untuk anggaran penanganan Covid-19. Apakah dari BTT, DAK Kesehatan atau dana perimbangan,” kata Asep.

Baca Juga : Kondisi Pasien PDP Corona di Kota Banjar Membaik

Untuk insentif tenaga medis, katanya, akan masuk dalam RAB. Formulasinya Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Daerah.

“Semua pihak yang menangani dan ikut dilibatkan kemudian membutuhkan operasional maka harus lapor ke Dinkes dan RSUD,” terangnya. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.