Pemkot Banjar Bentuk Tim Edukasi & Evaluasi Pasien Covid-19

35
0
RAKOR. Rapat koordinasi Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar dengan instansi terkait. Mereka membahas terkait tim edukasi dan evakuasi pasien positif. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
RAKOR. Rapat koordinasi Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar dengan instansi terkait. Mereka membahas terkait tim edukasi dan evakuasi pasien positif. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR–Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar menggelar rapat koordinasi di ruang rapat I Setda Kota Banjar, Selasa (5/1). Rapat dilakukan untuk menyikapi penyebaran kasus Covid-19 di Kota Banjar.

Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Drs Ade Setiana mengatakan dalam rapat tersebut dibahas pembentukan tim edukasi dan evakuasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Itu merupakan hasil evaluasi penanganan covid selama tahun 2020.

“Sekarang sudah ada payung hukumnya dalam penanganan evakuasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19, yakni keputusan Wali Kota Banjar tentang Pembentukan Tim Edukasi dan Evakuasi,” kata dia kepada wartawan seusai rapat.

Koordinator Sekretariat Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar H Edi Herdianto SSos menambahkan nanti tim dalam penanganan evakuasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 akan dibuat SOP-nya seperti apa. Karena selama ini masih banyak kekurangan.

“Apalagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang tidak mau dievakuasi oleh tim. Maka dengan adanya Kepwal ini sebagai payung hukum mereka tidak bisa menolak lagi dibawa untuk isolasi, apalagi sampai menghalang-halangi petugas,” tandasnya.

Baca juga : Sering Kabur, Wanita Muda Positif Covid-19 Dijemput Paksa Satgas Kota Banjar

Kata dia, Kepwal itu masih dalam bentuk draft dan akan diusulkan didalamnya terkait pasien terkonfirmasi positif Covid-19 melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun nanti menunggu keputusan kepala daerah seperti apa.

Menurut dia, usulan isolasi di rumah dilakukan untuk meringankan beban anggaran RSUD dan juga pemkot dalam menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19, khusus yang tidak bergejala. Pengawasannya nanti melibatkan semua stakeholder.

“Untuk proses isolasi mandiri dirumah, tentu pasien dan keluarga pasti mendapat bantuan sembako dari pemerintah selama melakukan isolasi,” jelasnya. Kata dia, untuk bantuannya nanti akan berkoordinasi dengan bagian kesejahteraan sosial (Kesos) dan Baznas.

“Sejauh ini sudah berjalan untuk bantuan sembako itu, hanya nanti akan lebih di fokuskan lagi supaya keluarga pasien bisa terbantu dan meringankan beban mereka,” ujarnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.