Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

2.8%

19.1%

7.1%

71%

Pemkot Banjar Siapkan Swab Test untuk Karyawan Pabrik

713
0
MENINJAU. Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih meninjau penerapan protokol kesehatan di pabrik PT APL, Senin (29/6). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
MENINJAU. Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih meninjau penerapan protokol kesehatan di pabrik PT APL, Senin (29/6). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih menyarankan pemilik pabrik agar karyawannya dites swab. Tes tersebut untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Masih ada sisa alat swab test di kita untuk 400 orang,” ujar wali kota didampingi Direktur PT Albasi Priangan Lestari (APL) Chrisdianto Raharjo saat meninjau penerapan protokol kesehatan di pabriknya, Senin (29/6) dan Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny dan Dandim Ciamis Letkol Arm Tri Arto Subagio M.Int.Rel, M.M.D.S.

Namun, kata dia, karena jumlah alatnya terbatas, sementara karyawan dan pabrik banyak, maka tes hanya untuk mereka yang berisiko saja.

“Untuk operasional pabrik masih tetap berjalan seperti biasa, asalkan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Baca Juga : Kota Banjar Siap Terapkan AKB

Adapun pelaksanaan swab test menunggu kesiapan dari karyawan dan mudah-mudahan bisa dilakukan secepatnya supaya bisa dengan cepat diketahui hasilnya.

Direktur PT Albasi Priangan Lestari (APL) Chrisdianto Raharjo melalui Kepala Personalia Somantri mengaku bukan menolak karyawannya menjalani swab test, tapi mau tahu arahnya ke mana pelaksanaan swab test tersebut.

“Karena waktu mengikuti rapat koordinasi beberapa waktu lalu belum ada jawaban yang pasti, kalau ada yang positif tidak ada yang menjamin,” jelasnya.

Baca Juga : Menara Telekomunikasi di Pintu Singa Banjar Ilegal dan Jadi Tempat Main Anak-Anak

Namun, kata dia, setelah wali kota Banjar datang dan menyampaikan hal tersebut, pihaknya tidak siap menjalani swab test. Namun jumlah karyawan di pabrik ada sekitar 2.200 orang, sementara dapat jatah yang swab test hanya 30 sampai 50 orang.

Diakuinya, di pabrik sudah menerapkan protokol kesehatan. Semua karyawan sebelum masuk kedalam pabrik menjalani cek suhunya. Mereka juga wajib memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

“Namun saat karyawan pulang masih ada yang tidak jaga jarak di tempat parkir, tapi saat keluar susah disediakan jalur khusus sebanyak enam jalur permanen dari besi agar bisa tertib saat pulang,” jelasnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.