Pemkot Banjar : Tata Lapak PKL Butuh Rp 950 Juta

115
0

BANJAR – Pemerintah Kota Banjar akan segera menangani kondisi lapak pedagang kaki lima (PKL) di Lapang Bhakti Taman Kota Banjar. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Koperasi dan UKM Kota Banjar Neneng Widya Hastuti.

Neneng menjelaskan pemerintah kota sudah mengusulkan bantuan anggaran ke pemerintah provinsi untuk menata dan membangun ulang lokasi PKL.

“Kami sudah mengajukan dan sudah diprioritaskan di provinsi pada 2020 untuk penataan PKL di taman kota itu. Nilai yang kami ajukan sekitar Rp 950 juta untuk penataan bangunan. Kita mendapat prioritas anggaran dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Provinsi Jabar,” ujar Neneng di ruang kerjanya Senin (27/5).

Ia mengatakan lapak PKL di bagian kiri dan kanan Lapang Bhakti Tamkot itu akan dibangun untuk 55 pelapak. Masing-masing pelapak akan mendapat ukuran space jualan 3×2,5 meter.

Bangunan kanan dan kiri tetap akan dipertahankan. Hanya saja bangunannya akan ditata kembali begitu juga variatif jualannya.

“Kemudian hasil evaluasi juga kita berpesan kepada yang memiliki hak menempati lapak saat ini jangan sampai ada jual beli lapak, karena lokasi itu bukan untuk diperjualbelikan,” katanya.

Upaya yang dilakukan untuk menciptakan taman kota atau lapang bhakti kembali bersih dan terkesan tidak kumuh dengan adanya bangunan PKL yang kini tidak digunakan lagi pedagang. “Yang masih aktif berdagang setelah kami cek ada sekitar 30 PKL dari total 55 PKL,” katanya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKMP Kota Banjar Mamat Rahmat menyambut baik saran dan masukan dari masyarakat tentang kondisi lapak PKL tamkot saat ini. Ia mengakui sudah waktunya lapak PKL ditata ulang.

Pihaknya pun telah komunikasi dengan ketua paguyuban PKL tentang hal itu. “Pekerjaan saya nanti bagaimana membina para pedagangnya. Kami akan berikan pembinaan lagi. Karena menurut analisa saya, banyak PKL yang tidak berjualan lagi karena dagangan mereka kurang laku,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPKP Kota Banjar Tanty Indrianti mengaku sudah membahas soal penataan bangunan lapak PKL di Lapang Bhakti Tamkot. Kata dia, nantinya lapak PKL akan dibangun tanpa pemisah.

“Untuk mencegah hal-hal negatif maka akan kita bangun tanpa sekat tembok. Kami tidak ingin ada sekat. Nanti penataannya akan ditata ulang dengan bangunan awning tanpa sekat, hanya pakai tiang dan atap. Tujuannya untuk mengurangi dampak negatif maka dibaut seterbuka mungkin,” katanya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.