Pemkot Banjar Usulkan 3.500 Reagen untuk Swab Test

52
0
istimewa. UJI SAMPEL. Petugas laboratorium RSUD Banjar sedang menguji sampel swab menggunakan regen. Saat ini RSUD mengusulkan penambahan reagen sebanyak 3.500.
istimewa. UJI SAMPEL. Petugas laboratorium RSUD Banjar sedang menguji sampel swab menggunakan regen. Saat ini RSUD mengusulkan penambahan reagen sebanyak 3.500.

BANJAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjar mengusulkan penambahan reagen, untuk mengetes sampel swab sebanyak 3.500 buah. Reagen adalah ekstraksi yang digunakan dalam pengecekan spesimen. Reagen berisi sejumlah senyawa kimia untuk mendeteksi SARS-CoV-2, virus penyebab penyakit Covid-19.

“Kami sudah mengusulkan penambahan jumlah reagen untuk kebutuhan tes swab Covid-19. Jumahnya sebanyak 3.500 reagen. Stok yang ada saat ini tinggal 100 buah reagen lagi,” kata Direktur RSUD Banjar drg Eka Lina Liandari, Kamis (17/12).

Ia menjelaskan untuk kebutuhan pemeriksaan pasien Covid-19 di RSUD sendiri sekitar 50 reagen sesuai kapasitas jumlah tempat tidur. Namun yang diperlukan jumlah banyak untuk Dinas Kesehatan. Karena Dinas Kesehatan melalui satuan tugas melakukan tracking setiap hari terhadap orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

“Kalau kebutuhan RS untuk pasien mah 30-an atau maksimal 50-an sesuai tempat tidur setiap harinya. Karena untuk per­bandingannya, satu pasien positif itu harus dilakan tracking terhadap orang yang kontak erat 10 sampai 30 orang. Jadi per­bandingannya 1 berbanding 30,” katanya.

Baca juga : Harus Ada Sosialisasi Larangan Perayaan Tahun Baru di Kota Banjar

Sebelumnya RSUD memiliki jumlah stok sebanyak 2.500 reagen. RSUD menggunakan 500 reagen dari jumlah tersebut, sisanya sebanyak 2.000-an digunakan untuk tracking. “Dari pesanan yang dulu, RS hanya memakai sekitar 500, Dinkes mencapai 2.000,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar Andi Bastian mengatakan pelaksanaan tracking dilakukan setiap hari petugas medis dari puskesmas dan Dinas Kesehatan yang masuk dalam satuan gugus tugas.

“Peningkatan kasus positif Covid-19 terus naik sehingga tracking terhadap orang-orang yang kontak erat juga terus dilakukan setiap hari. Sehingga membutuhkan jumlah reagen tambahan,” katanya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Agus Nugraha mengatakan pengadaan reagen itu dari aggaran BTT Covid-19 yang masih tersedia.

“Dari BTT, namun itu juga anggarannya penghabisan karena utuk reagen sendiri lumayan besar biayanya, tapi mau gimana lagi soalnya kita butuh itu (reagen, Red),” ujarnya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.