Pemkot Banjar Waspadai Klaster Covid-19 Perkantoran

73
0
H Budi Hendrawan SKep, MAP Pelaksana Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar
H Budi Hendrawan SKep, MAP Pelaksana Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar
Loading...

BANJAR – Kasus positif Covid-19 di Kota Banjar terus meningkat seiring dilakukannya tracking dan swab test terhadap mereka yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal tersebut dikatakan Pelaksana Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar H Budi Hendrawan SKep, MAP.

“Sekarang muncul klaster perkantoran. Dari salah satu pegawai menularkan virus corona ke yang lainnya, sehingga terpapar,” kata dia kepada wartawan, Selasa (8/12).

Terbaru, yakni pejabat yang kontak erat dengan almarhum wadir RSUD Kota Banjar. Kata dia, ada tujuh pejabat OPD yang pernah kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut.

Yakni OPD Dinkes, Dinas PU PRPKP, RSUD Kota Banjar, RSUD Asih Husada Langensari, BPBD, Dinas Pertanian (DKPPP), Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (DKUKMP).

Loading...

Hasil pemeriksaan, kata dia, pejabat Dinkes negatif, RSUD Kota Banjar negatif, Dinas PU PRPKP negatif, BPBD negatif, RSUD Asih Husada Langensari belum keluar hasilnya. Sementara Dinas Pertanian (DKPPP) dan DKUKMP hasilnya positif.

“Iya, kadis Distan dan Sekdis KUKMP terkonfirmasi positif Covid-19, kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya,” ujarnya.

Adanya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster Perkantoran , tim Pelaksana Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 langsung melakukan tracking.

“Sekarang tim masih melakukan tracking. Untuk swab test belum dilakukan lantaran alatnya saat ini kosong. Dan masih menunggu datang, mudah-mudahan secepatnya ada (alat swab test),” jelasnya.

Kasi Surveillance dan Imunisasi Dinkes Kota Banjar Kholilurokhim SKM menambahkan timbulnya klaster perkantoran diduga lantaran pegawai atau karyawan masih abai. Tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Maka harus diwaspadai, meski sesama teman kantor harus tetap disiplin terapkan prokes. Jangan sampai abai,” tuturnya.

Dikatakan dia, timbulnya klaster perkantoran tersebut bukan berasal dari ruang isolasi atau pelayanan di RSUD Kota Banjar. Melainkan, adanya salah satu nakes pernah kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.