Hanya Lakukan Konsultasi soal Penitipan Anggaran

Pemkot Bantah Desak Tersangka Lingtar

47

TASIK – Pemerintah Kota Tasikmalaya membantah jika dituding mendesak D, tersangka penggelapan dana pembebasan jalur Lingkar Utara (Lingtar) untuk menerima titipan dana konsinyasi. Ada pun komunikasi yang dilakukan, merupakan sebuah bentuk konsultasi yang prosesnya tidak instan.

Sekda Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan menerangkan pihaknya memang mengutus orang bertemu D. namun demikian hal itu dilakukan untuk berkonsultasi soal dana pembebasan lahan. “Itu pun dilakukan beberapa hari, karena kita berkonsultasi,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (25/11).

Konsultasi, kata Ivan, dilakukan karena harus ada solusi mengamankan dana pembebasan lahan. Karena jika sampai tidak terserap, maka dana tersebut harus dikembalikan ke kas daerah. “Kalau tidak terserap kan harus dikembalikan,” tuturnya. Ivan enggan bicara banyak menanggapi kasus konsinyasi pembebasan lahan Lingkar Utara yang digelapkan ini. Pihaknya mempercayakan kepada penegak hukum yang sedang memprosesnya. “Kan sekarang sedang diproses, apapun yang dibilang (D dan kuasa hukum, Red) ya itu hak yang bersangkutan,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pemilik lahan yang mempertanyakan soal dana konsinyasi, H Yudi Misbahul Munir menilai tersangka yang ditetapkan secara tunggal dinilai aneh. Karena pada dasarnya korupsi tidak mungkin dilakukan oleh satu orang. “Bukan sangat mungkin ada pelaku lain, tapi pasti ada pelaku lain,” tuturnya.

Maka dari itu, dia berencana mempertanyakan (soal tersangka tunggal, Red) ke Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya yang menangani kasus ini. Pihaknya ingin kasus tersebut bisa tuntas, supaya ada dasar hukum untuk pembayaran dana konsinyasi kepada warga. “Karena kami masih belum bisa menerima pembayaran lahannya,” papar dia.

Selain itu, Yudi mengaku akan mendatangi DPRD yang saat kasus itu hendak mengeluarkan hak angketnya. Namun sejauh ini kelanjutan progres hak angket tidak jelas. “Waktu itu kan DPRD mengeluarkan hak angket, kita juga akan pertanyakan itu,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tim pengacara tersangka penggelapan dana pembebasan jalur Lingkar Utara (Lingtar) menilai kasus yang dihadapi kliennya, bukanlah tergolong kasus tindak pidana korupsi (Tipikor).

Pasalnya, D menerima titipan dana konsinyasi tersebut secara personal oleh pegawai Pemerintah Kota Tasikmalaya dan bukan atas nama lembaga.

Kuasa Hukum D, Agus Rajasa SH MH mempertanyakan uang negara yang disebutkan pada kasus Lingtar tersebut. Karena kliennya mendapat titipan tersebut dari personal pegawai Pemkot, bukan secara kelembagaan. “Yang mengirim juga bukan negara kok, itu pribadi,” ujarnya kepada Radar, Jumat (23/11).

Selain itu, kata Agus, D juga mendapat titipan uang tersebut atas desakan pegawai Pemkot dengan cara non prosedural. Pasalnya secara administrasi penitipan dana konsinyasi harus terlebih dahulu dilakukan pengajuan. “Makanya uangnya disimpan di rekening pribadi,” katanya.

Awalnya, kata dia, hal tersebut (penitipan dana konsiyansi, Red) dianggap solusi supaya anggaran untuk pembebasan lahan bisa terserap. Akan tetapi, faktanya memunculkan perkara yang menjerat D ke dalam proses hukum. “Orang (Pemkot, Red) itu mengeluh, kalau tidak diserap harus dikembalikan ke kas daerah,” terangnya.

Agus menekankan dalam proses hukum yang dijalani, kliennya sudah berupaya melakukan pengembalian. Caranya dengan menggadaikan aset ke bank, namun demikian sertifikat aset tersebut disita oleh Kejaksaan Negeri Tasikmalaya.

Pihaknya membantah jika kliennya tidak memiliki itikad baik untuk mengembalikan dana konsinyasi itu. Justru menurutnya ada pihak yang sengaja menggagalkan itikad baik kliennya. “Sudah tiga kali mau cair di bank (untuk pengembalian dana, Red), tapi digagalkan,” terangnya.

Ditanya soal uang tersebut bukan hanya digunakan oleh D, dia membenarkannya. Akan tetapi Agus enggan menyebutkan siapa dan pihak mana saja yang menggunakan uang tersebut. “Pokoknya yang jelas uang itu bukan hanya digunakan oleh klien saya (D),” pungkasnya.(rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.