Pemkot Didesak Bersikap

229
0

ASN yang Berkelahi Layak Diberi Sanksi
CIHIDEUNG – Kasus perkelahian di ruang Irban III Inspektorat Kota Tasikmalaya mulai menyita perhatian ulama. Sebab, kejadian itu menimpa dua Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam kondisi berseragam lengkap di jam kerja.
Tokoh Ulama Tasikmalaya Ustad Maman Suratman menegaskan aksi tersebut sudah tidak bisa ditoleril. Kedua belah pihak perlu disanksi sehingga memberi efek jera dan tidak menjadi contoh bagi ASN lain di lingkungan Pemkot. “Kami prihatin, kejadian memalukan ini menimpa para abdi negara di Pemkot. Apalagi itu perilaku pegawai Inspektorat yang seharusnya menjadi suri tauladan baik bagi ASN instansi lain,” ujarnya kepada Radar, kemarin (24/11).
Apabila dilihat dari kacamata masyarakat muslim, kata dia, Kota Tasik yang memiliki Perda Tata Nilai tentang Kehidupan Religius tentu menjadi preseden buruk bagi daerah. Terlepas apapun persoalan yang diributkan oleh keduanya, tetap harus bersikap dewasa ketika sudah menjadi seorang pamong praja. “Mereka kan sudah disumpah pra jabatan dan tahapan lain sebagainya. Harusnya masalah tidak diselesaikan dengan emosi dan tangan,” tuturnya.
Ustad Maman mendorong baik wali maupun wakil wali kota memberi sanksi tegas sebagai pembelajaran bagi keduanya. Menanggung konsekuensi atas apa yang mereka perbuat sehingga mencederai imej abdi negara. “Harus tegas dan bijak dalam menyikapi perilaku pegawai yang seperti itu. sehingga menjadi warning untuk pegawai lain,” terangnya.
Ulama yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Ihya Assunah Paseh ini mengaku heran atas alasan Inspektur Kota Tasikmalaya Yono S Karso yang bersikap tidak maksimal dalam menindaklanjuti persoalan di tataran anak buahnya. “Saya lihat Inspektur itu seharusnya paling bertanggungjawab. Sepertinya dia memahami duduk persoalannya tetapi sebagai atasan malah tidak maksimal dalam bersikap,” keluhnya.
Dia menambahkan alasan Yono mengatakan persoalann tersebut merupakan masalah pribadi dan tidak ada kaitannya dengan kedinasan, dinilai tidak bijak dan terkesan melepaskan diri agar tidak terlibat lebih jauh. “Pimpinan itu, saat anak buahnya berbuat apapun bertanggungjawab. Apalagi mereka itu berseragam lengkap, berkelahi di jam kerja, bahkan di kantor. Harusnya ditangani serius,” tegasnya.
Terpisah, Ketua PC NU Kota Tasikmalaya KH Didi Hudaya menyayangkan kasus tersebut harus terjadi di Pemkot sehingga menjadi citra buruk semua pihak. Abdi negara yang seharusnya menjadi teladan masyarakat, justru menjadi tontonan buruk dan tidak patut dicontoh. “Apalagi ini para pegawai Inspektorat. Harusnya bisa menahan diri jangan sampai berkelahi di kantor yang merupakan tempat melayani masyarakat,” sesalnya.
Dia mendorong sanksi tegas dijatuhkan bagi kedua belah pihak sehingga menimbulkan efek jera agar tidak dicontoh lagi oleh siapapun di lingkungan pemerintah. Kemudian pembinaan bagi pegawai harus lebih baik lagi, mengingat banyaknya pelatihan atau kegiatan yang hanya menunjang kinerja tanpa dibarengi sisi religius para pegawai. “Reward dan punnish harus diberlakukan. ASN melanggar apalagi merusak citra ASN itu sendiri, di-punnish sesuai aturan yang berlaku. Wibawa pemerintah harus ditunjukan,” pungkasnya.(igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.