Soal Pembatalan Kenaikan Tarif Parkir di Kota Tasik, Pemkot-DPRD Tak Kompak

102
0
Imam Farid Muslim Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya

Ditundanya Perwalkot Nomor 51 Tahun 2019 tentang Perubahan Tarif Retribusi Parkir menjadi pertanyaan publik. Mereka menilai, pemkot tidak melakukan pengkajian dan perencanaan baik dalam mengeluarkan kebijakan tarif parkir.

Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya Imam Farid Muslim mengatakan Perwalkot tentang perubahan tarif parkir merupakan kebijakan yang tidak bijak.

Sehingga melahirkan keresahan bagi masyarakat, terkhusus pengguna parkir dan pemilik usaha. “Produk ini mengada-ada. Pemkot tidak memiliki perencanaan yang baik dalam membangun tata peradaban di Kota Tasikmalaya,” ucap Imam kepada Radar, Kamis (9/1).

Menurutnya, eksekutif dan legislatif seolah tidak berjalan seiringan dalam membangun daerah. Dibuktikan dengan diubahnya kembali Perwalkot Nomor 51 Tahun 2019 tentang Perubahan Tarif Retribusi Parkir, yang tanpa melalui perundingan terlebih dahulu dengan DPRD. “Legislatif harus lebih cerewet mengawasi kerja-kerja eksekutif, supaya tidak malah selingkuh dengan pihak lain dalam perumusan kebijakan. Sebab itulah legislatif digaji rakyat,” katanya dengan nada tegas.

“Kemudian evaluasi kineja kepala dinasnya, karena tidak maksimal bekerja. Banyak retribusi bocor saya yakin karena alasannya kinerja pucuk pimpinan mereka,” lanjutnya.

Tokoh Pemuda Kota Tasikmalaya Tatan Surahman mengaku heran dengan kebijakan Pemkot berkaitan perubahan tarif parkir. Digulirkan secara tergesa-gesa, kemudian dicabut atas dasar desakan publik. “Ini sebetulnya dikaji dulu apa tidak? Ide siapa? Alasan logisnya bagaimana. Kan aneh Pemkot yang menaikkan, Pemkot yang menunda,” analisisnya.

“Bisa saja kebijakan lain pun begitu, karena tidak banyak masyarakat yang sadar, jadi tidak diprotes dan berlaku saja,” sambung Wakil Ketua DPK KNPI Kecamatan Mangkubumi tersebut.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.