Pemkot Harus Putar Otak Tangani Warga yang Tak Punya Tempat Tinggal

65
0
MENJEMUR. Yeni, warga Dusun Sukahurip Desa Langensari Kecamatan Langensari menjemur pakaian di tempat tinggalnya Senin (24/6). Tempat yang ditinggalinya kini dulunya kandang sapi.

BANJAR – Anggota DPRD Kota Banjar Hendri Purnomo mengatakan sudah saatnya pemerintah kota memutar otak untuk menangani warga asli Kota Banjar yang tak memiliki rumah.

Jangan sampai, kata dia, tuan rumah terkesan sebagai perantau.
Ia mengaku tak menyalahkan sepihak kepada pemerintah kota, khususnya dinas terkait dengan adanya warga yang tinggal di bekas kandang sapi.

“Ini kaitannya dengan lingkungan setempat, karena yang tahu situasi adalah lingkungan sekitar dari mulai RT, RW dan desa. Ini sangat disayangkan ya, untuk kondisi bu Yeni bisa sampai tidak mendapat perhatian. Padahal luas wilayah Kota Banjar ini kecil, harusnya bisa tercover,” kata dia Kamis (4/7).

Ia berharap pemerintah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) bisa memecahkan masalah tersebut. “Saya berharap pemerintah desa atau kota bisa menggunakan aset tanah untuk tempat tinggal warga yang benar-benar tidak memiliki tanah untuk tempat tinggal sama sekali,” kata dia.

Menurut Hendri, warga yang memiliki dokumen kependudukan sah namun tak punya tempat tinggal bukan hanya dialami Yeni. Selain Yeni, kata dia, ada lagi warga yang tidak punya rumah di Desa Waringinsari. Dia mengontrak di bekas warung berukuran 3×4 meter.

“Kendalanya juga susah ketika ada bantuan bedah rumah, tidak akan bisa dibantu karena terbentur aturan. Kan harus milik sendiri rumahnya atau ada izin tertulis dari pemilik lahan. Keluarga yang ngontrak di bekas warung juga ini tidak masuk program rutilahu. Kalau bantuan rastra dapat,” katanya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Banjar Herdiana Pamungkas meminta dinas teknis memaksimalkan pendataan dari bawah supaya kejadian seperti keluarga Yeni tidak terulang.

“Ya kami berharap dari mulai tingkat RT, RW, desa/kelurahan bisa memaksimalkan pendataan kepada warga miskin yang membutuhkan bantuan dari program-program pemerintah,” ujarnya.

Perlu Peningkatan Kesejahteraan

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Banjar Dadang R Kalyubi mengatakan untuk menangani warga miskin yang tak memiliki tempat tinggal, yakni harus ditangani terlebih dahulu pemerintah desa. Misal, kata dia, memakai aset desa.

“Kalau ada aset, ya kenapa tidak. Tapi tentu dengan pembatasan waktu, itu yang pertama. Yang kedua harus ada peningkatan kesejahteraan yang diprioritaskan untuk warga yang tidak memiliki tempat tinggal. Ya minimal ngontrak di rumah yang layak lah kalau sudah memiliki penghasilan yang tetap,” katanya. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.