Pemkot Kurang Peduli Anak Yatim

73
0

RE MARTADINATA – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya dianggap kurang peduli terhadap para anak yatim karena hanya memberikan bantuan untuk 100 anak. Padahal, jumlah anak yatim mencapai lebih dari 5.000 orang.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya H Mamat Rahmat menilai anggaran untuk anak yatim sangat memprihatinkan. Bantuan yang hanya diperuntukkan bagi 100 orang itu sangat jauh dari kata ideal mengingat jumlah anak yatim lebih dari 5.000 orang. “Daripada hanya segitu, mending tidak sama sekali,” tutur kepada Radar, Minggu (16/6).

Menurutnya, pembagian bantuan untuk 100 anak yatim dikhawatirkan bisa menimbulkan kecemburuan sosial. Efeknya justru tidak akan baik untuk mereka yang tidak terakomodir. “Jadi seolah-olah tidak serius untuk menyejahterakan anak yatim,” katanya.

Idealnya, pemerintah melakukan pendataan secara berjangka jumlah anak yatim di Kota Tasikmalaya. Setelah itu, bentuk kebijakan atau program untuk membantu kesejahteraan anak yatim. “Kalau memang serius ya harus dianggarkan secara maksimal, Kota Tasik pun akan diberkahi,” tuturnya.

Bantuan yang dimaksud bukan santunan berupa uang tunai, tapi lebih kepada pendampingan, supaya para anak yatim punya figur yang bisa memberi motivasi belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. “Jangan sampai mereka jadi anak bandel dan bodoh hanya karena diabaikan,” ujar dia.

Namun demikian, perlu ada pendataan yang benar-benar selektif untuk menentukan anak yatim mana yang perlu dibantu. Pasalnya, ada juga anak yatim yang sudah aman di lingkungan kerabatnya. “Apalagi kalau yatim piatu, itu harus diperhatikan,” tutur dia.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tasikmalaya Muslim MSI mengatakan hal serupa. Daripada hanya mengakomodir dengan jumlah yang terlalu sedikit, lebih baik tidak sama sekali. “Karena kasihan, nanti lebih banyak yang tidak kebagiannya,” tuturnya.

Dia pun mempertanyakan dasar dari 100 anak yatim yang diako­modir mendapat bantuan. Ka­rena seharusnya ada pendataan terlebih dahulu mana anak yatim yang menjadi prioritas. “Idealnya didata yang benar-benar harus dibantu,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.