Pemkot Tasik Akan Bubarkan Panggung Agustusan Jika Ada Kerumunan Massa

873
0

KOTA TASIK – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya melarang dan meminta seluruh warganya untuk tak melakukan acara yang bersifat mengundang kerumunan massa banyak, dengan dalih acara “Agustusan” atau peringatan HUT RI ke-75.

Biasanya, warga di perkampungan dan perkotaan menggelar acara dangdutan atau band muda-mudi dengan memakai panggung di lapangan terbuka.

Apalagi, larangan itu diatur dalam Peraturan Wali Kota Tasikmalaya (Perwalkot) Nomor 29 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan di Ruang Publik atau Fasilitas Umum selama penerapan Adapatasi Kebiasaan Baru (AKB) di masa pandemi.

“Kami sarankan tidak mengadakan acara yang mengundang massa dalam jumlah yang banyak apalagi dilakukan di panggung terbuka,” ujar Sekda Kota Tasik, Ivan Dicksan kepada wartawan, Jumat (21/08) siang.

“Kalau misalkan ada dilakukan, kita akan tindak oleh tim gugus tugas mulai dari sanksi teguran, sanksi sosial, sanksi denda dan sampai ke penutupan acara kegiatan,” sambungnya.

Terang Ivan, pelaksanaan acara panggung yang dilaksanakan di lapangan terbuka khsususnya di kampung-kampung Kota Tasik, sejatinya akan mengundang massa yang sangat banyak.

Loading...

Apalagi, penonton biasanya akan berjubel dan berjoget ria lewat acara dangdutan dengan acara panggung terbuka.

Tentunya hal itu akan menyebabkan penerapan protokol kesehatan tidak dihiraukan oleh massa yang begitu banyak.

“Kalau joget ya, pasti berjubel dan berdempetan saat menonton di acara dangdutan atau band kalau di lapangan terbuka. Ini akan menjadi rawan terjadi penularan covid-19,” terang Ivan.

Meski demikian, jika sampai akan diakan acara serupa supaya panitia membentuk tim satuan tugas (Satgas) covid-19 terlebih dahulu, dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan.

Syaratnya, saat pelaksanaan acara tak menimbulkan massa banyak dan diawasi ketat oleh petugas gugus tugas gabungan untuk memantau penerapan protokol kesehatan.

“Jadi kalau akan melaksanakan juga, tak bisa langsung menggelar acara dangdutan di panggung terbuka. Harus koordinasi dulu dengan gugus tugas Kota lewat kecamatan. Massanya harus bermasker dan tak berkerumun. Kalau joget di lapangan, ya itu pasti berkerumun, gak bisa,” tegasnya.

Selama ini, pihaknya selaku gugus tugas penanganan covid-19 Kota Tasikmalaya terus menerjunkan timnya untuk berkeliling merazia kerumunan orang.

Apalagi, saat ini bulan Agustus, tentunya akan ada wilayah-wilayah yang masih nekat mengadakan acara dengan panggung terbuka yang bisa mengundang massa banyak.

Jika, petugas menemukan masyarakat yang masih nekat menggelar acara dangdutan atau band di panggung terbuka, akan segera ditindak oleh tim gugus tugas.

“Kalau masih ada yang nekat buat acara di panggung terbuka, kita langsung tindak melalui bidang operasi, tim gabungan antara Pemkot Tasik, TNI dan Polri setempat,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.