Pemkot Tasik Akan Kaji Perubahan Batu Andesit di Tamkot

92
0
H Ivan Dicksan Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya
Loading...

CIHIDEUNG – Pemerintah Kota Tasikmalaya akan mengkaji kawasan andesit. Itu sebagai upaya pemerintah menjawab aspirasi masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan mengatakan sejauh ini pemerintah menampung pendapat publik soal andesit tersebut. Dia pun tidak me­mungkiri ada­nya masyarakat yang mem­per­soal­kan ka­wasan an­desit.
“Iya, kami juga menampung aspirasi masyarakat,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (21/2).

Baca juga : Gempa Bumi 4.9 Magnitudo di Tasik, Terasa Mulai Garut Hingga Pangandaran

Maka dari itu pihaknya sudah mulai mengkaji langkah apa yang tepat untuk penataan kawasan tersebut. Supaya kebijakan yang diambil berdasarkan konsep yang matang. “Iya, sekarang sedang dikaji oleh PUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Red),” tuturnya.

H Ivan menyebutkan bahwa asal-usul kawasan andesit itu merupakan bantuan pemerintah pusat dan diserahkan ke Dinas Perwaskim. Untuk itu, sehubungan dengan diubahnya fungsi andesit sebagai lalu lintas, maka asetnya berada di bawah PUPR. “Makanya kami juga mengkaji regulasinya,” ujarnya.

Melalui pengkajian, kemungkinan kawasan andesit, kata Ivan, bisa berubah. Kawsan andesit bisa dikembalikan menjadi bagian taman, andesitnya dibongkar atau opsi lainnya. “Kita lihat nanti hasil pengkajiannya bagaimana,” tuturnya.

Diharapkannya, kebijakan yang berdasar dari kajian tersebut bisa memberikan manfaat yang lebih baik untuk masyarakat, sehingga tidak lagi menimbulkan polemik dan dipersoalkan. “Kita tunggu saja,” ujarnya.

Loading...

Sebagaimana diketahui, kawasan andesit, yang saat ini menjadi jalur lalu lintas, menuai persoalan di publik. Pasalnya kondisinya mengganggu kenyamanan para pengendara yang melintas.
Beberapa usulan pun muncul: mulai kawasan adesit dikembalikan menjadi bagian Taman Kota Tasikmalaya atau tetap menjadi jalur lalu lintas dengan catatan batu-batu kotak itu dibongkar supaya jalan kembali menggunakan aspal.

Gagasan lainnya yakni menjadikan kawasan andesit menjadi bagian dari halaman Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Hal itu diutarakan oleh DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya KH Aminudin Bustomi MAg.

Usulan KH Aminudin mendapatkan dukungan dari Ketua FPI Kota Tasikmalaya Ustaz Yanyan Albayani. Dia mengaku setuju jika andesit jadi bagian halaman Masjid Agung. Namun bukan sekadar ruang terbuka publik seperti halnya taman.
“Kami setuju, tapi jangan dijadikan taman karena khawatir jadi tempat nongkrong,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (20/2).

Pasalnya, ruang publik pun tetap rentan disalahgunakan oleh orang tidak bertanggungjawab. Maka dari itu perlu pengelolaan yang maksimal supaya nilai religius tetap terjaga.

“Bahkan khawatir jadi tempat pacaran dan menjamurnya kaki lima (PKL),” terangnya.
Jika pemerintah bisa menjadikan kawasan andesit sebagai bagian dari halaman Masjid Agung, Ustaz Yanyan berharap ada sarana-sarana penunjang syiar Islam. Dengan demikian, supaya bisa memberikan manfaat yang positif untuk umat.
“Misalnya dibangun perpustakaan Islam di sana,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tasikmalaya KH Udin Sadudin pun setuju dengan gagasan KH Aminudin menjadikan kawasan andesit menjadi bagian dari Masjid Agung. Dengan catatan bukan hanya andesit, tapi juga beserta Taman Kota. “Kalau hanya andesit saja lebih baik tidak usah,” katanya.

Ketika areal Masjid Agung terlalu berdampingan dengan kawasan taman, dia khawatir ada pemandangan kontradiktif. Pasalnya Taman Kota cenderung dijadikan tempat bermain-main dan rawan penyalahgunaan.
“Kurang elok kalau tempat bermain terlalu berdampingan dengan tempat ibadah,” tuturnya.

Dalam kasus andesit, KH Udin lebih sepakat jika kawasan itu tetap dijadikan jalur lalu lintas. Hal ini supaya akses lalu lintas di sekitar Masjid Agung tetap lancar. “Karena juga sebagai penyekat antara masjid dengan taman,” katanya.
Meskipun demikian, dia tidak setuju dengan kondisi saat ini di mana batu-batu andesit jadi permukaan jalan lalu lintas. Karena jalan dengan aspal hotmix jauh lebih nyaman untuk para pengendara. “Bongkar saja jadikan aspal lagi, gunakan andesitnya untuk yang lebih bermanfaat,” saran KH Udin. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.