Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.3%

20.4%

8.3%

67%

Pemkot Tasik Anggarkan Rp800 Juta untuk Beli Sarung

430
0
Hal tersebut jelas menunjukkan ketidakterbukaan Pemkot, khususnya dalam realisasi anggaran kesehatan saat Covid-19.” Lutfi Abdul Aziz Kepala Bidang PTKP HMI Cabang Tasikmalaya

CIHIDEUNG – Kepala Bidang PTKP HMI Cabang Tasikmalaya Lutfi Abdul Aziz menyoroti pengadaan sarung menjelang Idul Fitri oleh Pemkot Tasikmalaya. Apalagi anggaran sebesar Rp 800 juta hanya untuk 2000 sarung merek Atlas dan 500 merek BHS.

Menurut Lutfi, dengan nilai anggaran Rp 800 juta tersebut bisa mendapatkan jumlah yang lebih banyak dari yang didapatkan oleh Pemkot.

Baca juga : Pelanggaran PSBB di 3 Kecamatan Kota Tasik Diklaim Turun, Di Wilayah Lain?

“Hal tersebut berkaca dari kualitas sarung yang dibagikan tahun kemarin oleh Pemkot,” ujar Lutfi saat menghubungi Radar, Selasa (12/5).

Selain itu, ia juga menyoroti keterbukaan Pemkot Tasikmalaya dalam menangani Covid-19. Menurutnya, Pemkot masih tertutup mengenai realisasi anggaran untuk Covid-19 yang bersumber dari APBD.

“Anggaran penanganan Covid-19 tersebut sangat besar. Tapi realisasinya terkesan tidak jelas,” kata Lutfi.

Seperti alat pelindung diri (APD) dan alat kesehatan lainnya. Menurut Lutfi, itu yang disampaikan ke publik melaui akun medsos Pemkot baru yang bersumber dari para donatur.

Sedangkan yang bersumber dari anggaran daerah tidak disampaikan.

“Hal tersebut jelas menunjukkan ketidakterbukaan Pemkot, khususnya dalam realisasi anggaran kesehatan saat Covid-19,” lanjutnya.

Mantan Presma STAI Tasikmalaya tersebut juga mengatakan, saat ini yang baru terlihat realisasinya hanya pengadaan seragam untuk tim gugus tugas.

“Padahal ada yang lebih urgent dari seragam tersebut, seperti pengadaan peralatan kesehatan serta melakukan tes massal Covid-19 di Kota Tasikmalaya,” ungkap Lutfi.

Lutfi menekankan supaya Pemkot lebih serius dalam menangani pandemi Covid-19 di Kota Tasikmalaya.

“Kebijakan yang dihasilkan harus terukur dan terarah sehingga penanganan Covid-19 bisa maksimal,” kata dia.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan menjelaskan pengadaan sarung sejatinya sudah direncanakan sejak jauh hari. Proses pelelangannya sudah selesai sebelum pandemi Covid-19 mewabah ke daerah.

“Itu sudah selesai sebelum wabah Covid terjadi di Kota Tasikmalaya. Tinggal menunggu kedatangan barangnya saja,” ujar Ivan.

Baca juga : Ada Warga Mampu di Kota Tasik Dapat Bansos

Berkaitan pengadaan seragam, kata dia, bukan bersumber dari dana yang dikelola Gugus Tugas Covid-19. Pengadaannya dilaksanakan BPBD sesuai jenis seragam yang digunakan.

“Seragam itu dari BPBD. Kemudian pengadaan APD yang bersumber dari Pemkot diadakan oleh instansi teknis terkait. Semisal Dinas Kesehatan, termasuk BPBD. Kan ada penyemprotan disinfektan dan segala macam itu biasanya gunakan dari pengadaan yang diadakan Pemkot,” katanya memaparkan. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.