Pemkot Tasik Bangun Lab PCR, Hasil Swab Test Bisa Segera Diketahui

132
0
radartasikmalaya.com
Ilustrasi

KOTA TASIK – Tingginya kasus positif Covid-19 di beberapa daerah di Jawa Barat (Jabar), membuat hasil swab yang dikirim ke Labkesda Jabar harus antri, lama.

Guna memangkas waktu yang lama menunggu hasil uji lab tersebut, Pemkot Tasik saat ini tengah bergerak membangun labortorium tersebut.

Pasalnya, alat untuk mengecek hasil swab massal yaitu PCR telah didapatkan dari BNPB Pusat belum lama ini. Wali Kota Tasik, Budi Budiman mengakui hal itu.

“Laboratorium ini darurat. Tujuannya untuk memanfaatkan mesin yang diberi dari BNPB pusat, mesin PCR,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Rabu (14/10) pagi.

“Harapan kami dengan adanya laboratorium ini kita bisa lebih cepat untuk mendeteksi daripada kasus-kasus yang muncul setelah tim survailens melakukan tracking dan swab dari kontak erat pasien positif,” sambungnya.

Mengapa kebutuhan laboratorium PCR ini mendesak, terang dia, karena hingga hari ini berdasarkan rapat Gugus Tugas Senin Malam (12/10), masih ada sekitar 500 sample yang belum diketahui hasilnya.

Loading...

“Dari 500-an swab massal itu, sekitar 240-an dari swab hasil pelacakan di kluster pesantren di Kawalu. Itu belum muncul hasilnya. Belum lagi hasil swab massal lainnya,” terangnya.

Jadi, tegas Budi, jika di Kota Tasik telah dibangun laboratorium maka hasil swab akan lebih cepat diketahui dan tak perlu lagi dikirim ke Labkesda Jabar di Bandung.

“Kami memahami tingginya kejadian di beberapa daerah di Jabar. Tentunya mengganggu daripada kecepatan hasil swab,” tegasnyam

Maka, Pemkot berupaya mempercepat hasil swab itu guna memutus mata rantai penyebaran dengan membangun laboratorium khusus.

“Mesin PCR dari bantuan BNPB sudah ada, walaupun kami masih membutuhkan anggaran untuk mengoperasikannya. Kami mohon kepada pak gubernur dan pemerintah pusat,” tambahnya.

Sebab, anggaran Pemkot untuk penanganan Covid dari Bantuan Tak Terduga (BTT) sangat terbatas.

“Sehingga kita perlu belanja mesin-mesin daripada mesin PCR sedang kita bangun. Termasuk juga APD lengkap, reagen juga kan harus tersedia tapi sulit didapat,” katanya.

Tapi, jelas Budi, reagen ini selalu kekurangan dan sulit mendapatkannya padahal penting untuk mengetahui hasil ujinya.

“Walaupun mesin ada tapi reagennya ada kekurangan ini menjadi hambatan bagi kami untuk secepatnya memutus mata rantai daripada penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Namun kalau alat PCR dari BNPB untuk reagen-nya sudah ada kurang lebih 2.500 pics. Tapi masih ada kekurangan alat mesin lainnya 2 unit, yaitu mesin ekstrak salah satunya.

“Dan memang 2 alat pelengkap ini cukup mahal sekali harganya. Tapi akan terus berupaya keras supaya laboratorium khusus ini terwujud dan ada di Kota Tasik. Mohon doanya,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.