Pemkot Tasik Batal Jadi Tuan Rumah Porprov 2022

140
0
OLAHRAGA. Kompleks Olahraga Dadaha diprediksi batal menggelar perhelatan Porprov 2022 mendatang, seusai Pemkot menyampaikan ketidaksiapan menjadi tuan rumah di ajang tersebut.
Loading...

CIHIDEUNG – Mimpi menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat Tahun 2022 harus ditunda.

Selain diprediksi bertepatan dengan tahun pelaksanaan Pilkada, kondisi daerah sangat tidak memungkinkan untuk menghelat kegiatan bertaraf provinsi tersebut.

Sekda Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan mengatakan dalam dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021, Pemkot dan DPRD sepakat untuk tidak mengalokasikan dana bagi persiapan Porprov atau kegiatan penunjang lain dalam menyambut rencana sebagai tuan rumah.

Bahkan, Plt Wali Kota Tasikmalaya sudah berkomunikasi dengan KONI Jawa Barat bahwa Kota Tasik tidak siap menjadi tuan rumah.

“Kita diminta sampaikan surat resmi ketidaksiapan menjadi tuan rumah. Kemarin Pak Plt sudah sampaikan itu ke KONI Jawa Barat,” tutur Ivan kepada Radar, Kamis (3/12).

Loading...

Baca juga : Semua Kandidat Sepakat Ciptakan Pilkada Kabupaten Tasik Damai & Sehat

Namun, kata dia, diharapkan Pemprov tetap memberikan bantuan bagi daerah dalam pembenahan sejumlah venue dan fasilitas olahraga di Kota Resik.

Sebab, tidak hanya untuk persiapan event, tetapi dalam upaya optimalisasi sarana representatif dalam melangsungkan pembinaan dan pelatihan cabang olahraga yang ada, supaya terus berprestasi.

“Jawaban dari KONI Jawa Barat pun, berharap venue tertentu di kita tetap disiapkan untuk pelaksanaan Porprov. Sebab, kelihatannya ajang ini akan disebar ke beberapa daerah karena nyaris semua titik dilanda pandemic dan tentu mengurangi kesiapan,” paparnya.

Maka dari itu, lanjut Ivan, kemungkinan di Kompleks Olahraga Dadaha tahun mendatang tetap ada kegiatan pembenahan atau perbaikan infrastruktur sarana olahraga.

Apalagi, ketika beberapa venue yang dimiliki Kota Tasikmalaya diminta sebagai titik pelaksanaan Porprov meski bukan sebagai tuan rumah. “Kalau misalnya ada beberapa cabor yang venue-nya di kita, ya kita laksanakan,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkot mencadangkan sebesar Rp 10 miliar untuk anggaran Pilkada. Terlepas nantinya hajat politik itu ditetapkan terselenggara di Tahun 2022 atau 2024, setidaknya Pemkot sudah mengangsur kebutuhan yang bila dikumulatifkan berjumlah besar.

“Karena biayanya besar, harus mulai nabung. Maka kita bertahap dari sekarang, ketika jadi digelar 2022 kita sudah siapkan dan tinggal ditambah sesuai kebutuhan melihat progres perkembangan yang berjalan,” jelas Ivan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tasik­malaya, Hanafi mengakui anggaran persiapan Porprov di tahun depan tidak dialokasikan. Sebab, kemungkinan kuat Kota Resik batal menjadi tuan rumah lantaran kondisi yang tidak memungkinkan.

“Pemkot di tahun depan konsentrasi untuk pemulihan ekonomi, penanganan Covid-19 yang masih belum menentu kapan berakhir. Termasuk siapkan cadangan untuk perhelatan Pilkada,” katanya.

Menurutnya, kebutuhan dana Pilkada mencapai belasan miliar sesuai usulan penyelenggara dan kebutuhan pengamanan. Pihaknya menabung Rp 10 miliar di tahun mendatang, lantaran di tahun ini dana untuk hajat politik itu tidak tercadangkan.

“Tahun ini kita ketahui bersama belanja daerah banyak di-refocusing untuk penanganan corona dan segala dampaknya. Jadi bertahap saja, kalau 2022 jadi tidaknya kita tidak terlalu berat memenuhi kebutuhan anggarannya,” ujar Hanafi. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.