Pemkot Tasik Belum Berani Buka Karaoke & Bioskop Karena Ini..

216
0

KOTA TASIK – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya belum berani membuka beberapa tempat hiburan malam (karaoke) dan bioskop.

Penutupan tersebut dilakukannya, karena belum adanya kebijakan langsung dari pemerintah mengingat kondisinya masih belum maksimal 100 persen bebas corona.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, HM Yusuf mengatakan, pihaknya belum berani membuka ruangan untuk karaoke dan bioskop setelah kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ke-IV, terutama fase new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Namun, selama ini harus kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari lokasi hiburan itu karena dua lokasi tersebut belum dibuka.

“Kami harus kehilangan sumber pendapatan dari karaoke dan bioskop, karena keduanya sebagai penyumbang PAD,” katanya kepada wartawan, Selasa (16/06) sore.

“Tetapi pemerintah sendiri tidak mau beresiko kalau tempat tersebut dibuka kembali. Sedangkan, selama ini masih terus melakukan koordinasi dengan Provinsi Jabar yang berkaitan dengan lokasi tersebut,” sambungnya.

Loading...

Yusuf menerangkan, bioskop maupun karaoke selama ini ruangannya tertutup dan memiliki Air Conditioner (AC) dan tentunya ada potensi jika kembali dibuka di masa pandemi Covid-19 tapi selama ini belum ada kebijakan terutama membuka tempat tersebut.

Sedangkan, untuk kawasan objek wisata lainnya memang telah dibuka untuk umum. Tetapi mereka juga harus mematuhi anjuran pemerintah, terutama menerapkan protokol kesehatan.

“Kami juga tetap meminta supaya masyarakat tetap menjaga jarak, memakai masker dan jangan berkerumun karena selama ini tak ada pelonggaran dalam kenormalan baru yang dilakukannya,” terangnya.

Menurutnya, Kota Tasik sekarang telah berada pada zona hijau dan satu langkah lagi menuju zona biru tapi masyarakat harus tetap berdisiplin terutamanya dalam penggunaan masker, jaga jarak dan tidak berkerumun lagi.

Sedangkan, pada masa pembatasan sosial berskala besar tahap ke IV supaya jangan lagi masyarakat terlena terutama dalam adaptasi kebiasaan normal yang dilakukan sekarang.

“PSBB menuju fase kenormalan baru supaya masyarakat harus tetap menerapkan anjuran pemerintah dan sesuai protokol kesehatan. Dalam peraturan pemerintah selama ini tidak adanya pelonggaran, tapi mereka harus sadar diri dengan menggunakan masker sebelum vaksin Covid-19 ditemukan,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.